Tok! DPRD Kota Bogor Sahkan Tiga Perda, Fraksi PDIP Pilih Abstain
Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor Tahun 2026 yang digelar pada Selasa (7/7/2026) berlangsung tanpa kehadiran satu pun anggota Fraksi PDI Perjuangan

HALLONEWS.ID – Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor Tahun 2026 yang digelar pada Selasa (7/7/2026) berlangsung tanpa kehadiran satu pun anggota Fraksi PDI Perjuangan.
Enam legislator dari partai tersebut, termasuk Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata, tidak tampak mengikuti jalannya sidang hingga selesai.
Meski demikian, rapat paripurna tetap berjalan dengan agenda utama pengesahan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Salah satu perda yang disahkan mengatur penyelenggaraan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Selain agenda legislasi, rapat juga membahas laporan penggunaan anggaran Pemerintah Kota Bogor beserta sejumlah catatan dan evaluasi DPRD terhadap capaian kinerja pemerintah daerah.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengatakan rapat paripurna tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan fungsi legislasi dan pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah.
“Rapat Paripurna hari ini membahas tiga agenda utama, yakni pengesahan tiga Perda serta pembahasan penggunaan anggaran Pemerintah Kota Bogor yang disampaikan oleh Wali Kota Bogor,” ujar Adityawarman saat memimpin sidang di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim hadir tanpa didampingi Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin.
Menanggapi berbagai masukan dan evaluasi dari DPRD, Dedie menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bogor terus menjaga tata kelola keuangan daerah.
Ia menyampaikan, Kota Bogor telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat sebanyak 10 kali berturut-turut.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.
Selain itu, Dedie juga menyebut kondisi pendapatan daerah terus menunjukkan tren positif yang berdampak pada meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), meskipun pertumbuhannya masih berada pada kisaran satu digit.
Rapat paripurna turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah tokoh masyarakat. (opy)
