Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Dua Pejabat Keamanan Hamas
Serangan udara Israel di Gaza menewaskan dua pejabat keamanan Hamas. Militer Israel mengklaim serangan menargetkan anggota kelompok bersenjata, sementara situasi Gaza terus memanas.

HALLONEWS.ID – Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza. Sebuah serangan yang menyasar sebuah kendaraan di wilayah Gaza dilaporkan menewaskan dua pejabat keamanan internal Hamas pada Minggu (26/7/2026).
Serangan tersebut terjadi di kawasan Deir al-Balah, Gaza Tengah. Berdasarkan laporan pejabat medis dan keamanan setempat, dua korban yang tewas merupakan anggota senior layanan keamanan internal Hamas, yakni Kolonel Wael El-Ledawi dan Mayor Ramez Abu Zraiq.
Militer Israel mengonfirmasi telah melakukan operasi udara terhadap target yang disebut sebagai anggota Hamas. Namun, pihak militer Israel tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas maupun peran korban dalam organisasi tersebut.
Israel selama ini menyatakan bahwa sejumlah anggota struktur keamanan Hamas memiliki keterkaitan dengan sayap bersenjata kelompok tersebut dan menjadi bagian dari target operasi militernya.
Sementara itu, Hamas menilai serangan terhadap pejabat keamanan di Gaza sebagai upaya melemahkan struktur pemerintahan di wilayah tersebut.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh. Meski pertempuran skala besar telah berkurang, serangan udara dan operasi militer masih terus berlangsung di sejumlah wilayah Gaza.
Kondisi kemanusiaan di Gaza juga masih menjadi perhatian internasional. Banyak warga mengalami dampak berkepanjangan akibat konflik, termasuk kehilangan tempat tinggal, keterbatasan akses kebutuhan dasar, serta kerusakan infrastruktur akibat operasi militer sejak perang Israel-Hamas kembali meningkat pada 2023.
Serangan terhadap kendaraan yang membawa pejabat Hamas ini menjadi bagian dari rangkaian operasi Israel yang menargetkan struktur kelompok tersebut di Gaza. Dalam beberapa bulan terakhir, Israel menyatakan akan terus melakukan tindakan militer terhadap individu yang dianggap terlibat dalam aktivitas Hamas.
Sementara itu, komunitas internasional terus mendorong upaya diplomasi guna mempertahankan gencatan senjata dan mencari jalan menuju penyelesaian konflik yang telah menimbulkan banyak korban jiwa di kedua pihak.(wib)
