Siapa Destry Damayanti? Ini Karier Moncer Pjs Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
Destry Damayanti resmi menjadi Pejabat Sementara Gubernur BI. Simak perjalanan kariernya dari ekonom hingga memimpin bank sentral Indonesia.

HALLONEWS.ID – Keputusan Perry Warjiyo mengundurkan diri dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) membawa nama Destry Damayantike posisi teratas di bank sentral. Penunjukan itu diumumkan setelah pemerintah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo.
Berdasarkan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior otomatis menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI hingga pemerintah menetapkan gubernur definitif.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan mekanisme tersebut merupakan amanat undang-undang untuk memastikan kebijakan moneter tetap berjalan tanpa kekosongan kepemimpinan.
Lalu, siapa sebenarnya Destry Damayanti?
Mengutip laman BI, Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Perjalanan intelektualnya dimulai di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), tempat ia menyelesaikan pendidikan sarjana. Keinginannya memperdalam ilmu ekonomi membawanya ke Amerika Serikat.
Di Cornell University, New York, ia meraih gelar Master of Science (MSc) bidang Regional Science, disiplin yang banyak membahas pembangunan ekonomi, kebijakan publik, dan pengembangan wilayah.
Bekal akademik itu kemudian menjadi fondasi dalam kariernya sebagai ekonom yang aktif di sektor publik maupun industri keuangan. Nama Destry mulai dikenal luas ketika berkiprah sebagai analis ekonomi di sektor keuangan.
Ia pernah menjadi Senior Economic Adviser untuk Kedutaan Besar Inggris di Indonesia pada awal dekade 2000-an. Setelah itu, ia juga kembali ke kampus sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Kariernya kemudian berkembang di industri pasar modal dan perbankan. Destry dipercaya menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011 sebelum melanjutkan peran sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri hingga 2015.
Pada periode tersebut, pandangan ekonominya kerap menjadi rujukan pelaku pasar dalam membaca arah perekonomian nasional. Pengalaman Destry tidak hanya terbatas di sektor swasta.
Ia sempat memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015 sebelum dipercaya menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015-2019.
Di LPS, ia terlibat dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan stabilitas sistem keuangan dan perlindungan dana masyarakat di perbankan. Karier Destry di Bank Indonesia dimulai pada 2019 ketika Presiden mengangkatnya sebagai Deputi Gubernur Senior BI.
Selama mendampingi Perry Warjiyo, ia terlibat dalam penyusunan berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengendalian inflasi, stabilisasi nilai tukar rupiah, penguatan sistem pembayaran digital, hingga koordinasi menjaga stabilitas sektor keuangan pandemi dan masa pemulihan ekonomi.
Kepercayaan terhadap Destry kembali diperpanjang pada 2024 untuk masa jabatan kedua sebagai Deputi Gubernur Senior.
Dengan mundurnya Perry Warjiyo, Destry otomatis menjalankan seluruh tugas Gubernur Bank Indonesia sampai pemerintah dan DPR menetapkan pengganti definitif.
Pengalamannya yang membentang lebih dari dua dekade di dunia akademik, pasar modal, perbankan, regulator, hingga bank sentral membuat transisi kepemimpinan BI diperkirakan berjalan tanpa perubahan arah kebijakan yang signifikan.
Sebagai sosok yang selama ini berada di lingkar inti pengambil kebijakan moneter, Destry dipandang memahami tantangan menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, memperkuat sistem pembayaran digital, serta menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada bagaimana Destry Damayanti memimpin Bank Indonesia selama masa transisi, sembari menunggu pemerintah menetapkan gubernur definitif sesuai mekanisme yang berlaku. (dul)
