Sosok Perry Warjiyo yang Mundur dari BI, Merintis Karier dari Bawah Hingga Jadi Bos Bank Sentral
Perry Warjiyo resmi mundur sebagai Gubernur BI. Simak profil dan rekam jejaknya selama 42 tahun berkarier di Bank Indonesia.

HALLONEWS.ID – Keputusan Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menandai berakhirnya salah satu kepemimpinan terpanjang di bank sentral dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah menyatakan telah menerima surat pengunduran diri Perry pada Minggu (26/7/2026), sementara proses pemberhentiannya akan dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.
Di balik kabar tersebut, sosok Perry bukanlah figur baru dalam dunia kebanksentralan Indonesia. Ia menghabiskan lebih empat dekade kariernya di Bank Indonesia, dari staf muda hingga memimpin lembaga yang bertugas menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem keuangan nasional.
Mengawali Karier dari Staf BI
Lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah 25 Februari 1959, Perry menempuh pendidikan ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada 1982. Ketertarikannya pada ekonomi moneter membawanya melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat.
Di kampus tersebut, ia meraih gelar Master of Science (MSc) pada 1989 dan menyelesaikan doktor (PhD) bidang ekonomi moneter serta internasional pada 1991. Sebelum menyandang jabatan tertinggi di BI, Perry lebih dulu membangun karier dari level staf pada 1984.
Saat itu, ia menangani bidang penyelamatan kredit, pemeriksaan, dan pengawasan kredit. Perjalanan karier Perry di Bank Indonesia berlangsung bertahap.
Ia pernah menjadi Staf Gubernur, Kepala Biro Gubernur, hingga memimpin program transformasi internal BI pada awal 2000-an.
Pengalamannya semakin luas ketika dipercaya memimpin berbagai unit strategis, mulai dari Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan hingga Departemen Kebijakan Makroprudensial.
Karier internasionalnya juga tercatat saat menjadi Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) pada 2007-2009. Dalam posisi itu, Perry mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.
Sekembalinya ke Indonesia, ia kembali dipercaya menangani kebijakan moneter, riset ekonomi, dan hubungan internasional sebelum akhirnya dilantik sebagai Deputi Gubernur BI pada 2013.
Dua Periode Memimpin Bank Indonesia
Perry resmi menjabat Gubernur Bank Indonesia pada 2018 setelah memperoleh persetujuan DPR dan dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Lima tahun kemudian, ia kembali dipercaya memimpin BI untuk periode 2023-2028.
Selama memimpin bank sentral, Perry dikenal mendorong konsep policy mix atau bauran kebijakan.
Pendekatan tersebut menggabungkan kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, dan pendalaman pasar keuangan sebagai instrumen menjaga stabilitas ekonomi di tengah berbagai tantangan global.
Di bawah kepemimpinannya, BI juga mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, memperluas penggunaan QRIS, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah untuk menjaga inflasi dan stabilitas sektor keuangan.
Selain memimpin institusi, Perry juga aktif menulis buku dan publikasi ilmiah mengenai ekonomi moneter, kebijakan bank sentral, dan stabilitas keuangan yang menjadi rujukan di kalangan akademisi maupun praktisi.
Pengunduran Diri dan Masa Transisi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo. Pemerintah selanjutnya akan menerbitkan keputusan presiden mengenai pemberhentian secara hormat sesuai mekanisme yang berlaku.
Selama proses penetapan gubernur definitif, tugas Gubernur Bank Indonesia dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat sementara.
Hingga pengumuman tersebut disampaikan, pemerintah belum mengungkap alasan di balik keputusan Perry Warjiyo mengakhiri masa jabatannya lebih awal. Pemerintah hanya menegaskan seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.
Berakhirnya kepemimpinan Perry sekaligus menutup perjalanan panjang seorang bankir sentral yang mengabdikan lebih dari 42 tahun kariernya di Bank Indonesia, melewati berbagai fase perubahan ekonomi nasional maupun dinamika keuangan global. (dul)
