Archipelago International dorong Pertumbuhan Wisatawan Domestik

Hotel Archipelago International menghadirkan program promosi bertajuk “April Fool? Nope”. Kampanye ini menawarkan potongan harga sebesar 20 persen bagi tamu yang melakukan pemesanan kamar sepanjang April.

Selasa, 14 April 2026 - 22:00 WIB
Archipelago International dorong Pertumbuhan Wisatawan Domestik
Golf di Aston Cirebon Hotel & Convention Center. Dok Archipelago International For Hallonews.id

HALLONEWS.ID – Perencanaan perjalanan yang praktis dan hemat biaya kini menjadi pertimbangan utama bagi banyak orang, baik untuk perjalanan bisnis antarkota maupun sekadar beristirahat sejenak dari rutinitas. Tren ini semakin terlihat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan tumbuhnya minat terhadap perjalanan singkat atau short getaway.

Menanggapi kebutuhan tersebut, jaringan hotel Archipelago International menghadirkan program promosi bertajuk “April Fool? Nope”. Kampanye ini menawarkan potongan harga sebesar 20 persen bagi tamu yang melakukan pemesanan kamar sepanjang April. Penawaran tersebut berlaku di berbagai kategori properti, mulai dari hotel layanan lengkap hingga hotel ekonomis, sehingga memberikan fleksibilitas bagi beragam kebutuhan perjalanan.

“Kami memahami bahwa wisatawan saat ini mengutamakan fleksibilitas dan efisiensi biaya. Dengan lebih dari 150 properti di seluruh Indonesia yang berpartisipasi, kampanye ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keterjangkauan dalam merencanakan perjalanan, sekaligus mendorong para tamu untuk menjelajahi berbagai destinasi sepanjang bulan April,” ujar Chris Legaspi, Chief Commercial Officer Archipelago International.

Dalam program ini, tamu dapat menikmati potongan harga 20 persen dengan periode pemesanan mulai 1 hingga 30 April 2026. Sementara periode menginap berlaku lebih panjang, yakni dari 1 April hingga 30 Juni 2026. Opsi pemesanan juga tersedia dalam dua pilihan, yaitu paket kamar saja (room only) maupun kamar dengan sarapan (room with breakfast).

Promosi ini mencakup lebih dari 150 unit hotel yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Jaringan brand yang terlibat antara lain Aston, The Alana, Harper, Quest Hotels, Hotel Neo, Fave, hingga Kamuela Villas, yang dikenal menyasar berbagai segmen wisatawan.

Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa sektor pariwisata domestik terus mengalami peningkatan pascapandemi, dengan perjalanan wisatawan nusantara mencapai ratusan juta perjalanan setiap tahun. Kondisi ini mendorong pelaku industri perhotelan untuk menghadirkan berbagai program promosi guna menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan tingkat hunian hotel.

Melalui kampanye ini, pemesanan dapat dilakukan secara eksklusif melalui tautan resmi yang disediakan, sehingga proses reservasi menjadi lebih mudah dan praktis bagi para tamu yang ingin merencanakan perjalanan selama periode promosi berlangsung.

Di sisi lain, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga menyatakan, sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di tengah berbagai tantangan dan dinamika situasi nasional maupun global. Hal ini antara lain, tercermin dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara.

“Kementerian Pariwisata terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk memastikan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga semakin berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Widiyanti didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Menteri Widiyanti mengatakan, untuk menjaga momentum pemulihan sekaligus meningkatkan daya saing, pemerintah terus memantau perkembangan sektor pariwisata secara cermat serta memperkuat langkah-langkah strategis yang terukur.

Menteri Widiyanti menjelaskan dari sisi kunjungan, kinerja sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan atau meningkat sekitar 13,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,02 juta kunjungan.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Februari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2,35 juta kunjungan atau tumbuh 7,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Malaysia masih menjadi penyumbang wisatawan terbesar, diikuti oleh Tiongkok, Singapura, Australia, dan Timor Leste.

Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Februari 2026 tercatat sekitar 91,14 juta perjalanan, meningkat 0,70 persen dibandingkan Februari 2025. Secara kumulatif Januari hingga Februari 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 193,17 juta perjalanan atau sedikit terkoreksi 0,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki Maret, pergerakan wisatawan nusantara kembali menunjukkan peningkatan seiring momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran. Selama periode libur dan cuti bersama 13–29 Maret 2026, Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan perjalanan menuju 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif mencapai 12,77 juta perjalanan atau tumbuh 18,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Momentum libur nasional ini, menurut Menteri Widiyanti, menjadi pendorong penting aktivitas wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat, khususnya pengusaha pariwisata dan pengusaha UMKM di berbagai daerah.

Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri pada Februari 2026 tercatat 701.070 perjalanan, menurun 7,64 persen dibandingkan Februari 2025. Secara kumulatif Januari hingga Februari 2026, jumlahnya mencapai 1,71 juta perjalanan atau turun 2,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data ini menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri. Pada Februari 2026 tercatat surplus sebesar 0,46 juta, sementara secara kumulatif Januari hingga Februari 2026 mencapai surplus 0,64 juta, yang turut mendukung pencapaian net devisa pariwisata nasional. (wib)