AS–Iran Sepakat Gencatan Senjata 14 Hari, Selat Hormuz Dibuka
Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua minggu dan membuka kembali Selat Hormuz di tengah mediasi Pakistan.

HALLONEWS.ID – Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan penting berupa gencatan senjata bersyarat selama 14 hari, membuka peluang baru bagi proses diplomasi di tengah konflik yang telah berlangsung intens dalam beberapa pekan terakhir.
Sebagaimana dilansir CGTN, Rabu (8/4/2026), kesepakatan ini dimediasi oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang mengumumkan bahwa kedua pihak sepakat menghentikan permusuhan di semua lini, termasuk wilayah Lebanon.
Sebagai bagian dari kesepakatan, jalur strategis Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk pelayaran internasional secara aman selama masa gencatan senjata.
Pembicaraan Damai di Pakistan
Iran menyatakan bahwa pembicaraan lanjutan akan digelar di Islamabad pada Jumat, 10 April 2026, dengan agenda utama membahas isu krusial seperti pencabutan sanksi, keamanan jalur energi, hingga penarikan pasukan Amerika Serikat dari kawasan.
Meski demikian, pihak Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi terkait pertemuan tatap muka tersebut, namun menyebut bahwa pembahasan diplomatik sedang berlangsung.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan persetujuannya terhadap gencatan senjata hanya beberapa saat sebelum tenggat ultimatum yang ia berikan kepada Iran berakhir.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut keputusan tersebut bergantung pada komitmen Iran untuk membuka Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera.
“Alasan kami melakukan ini karena kami telah melampaui tujuan militer dan sangat dekat dengan kesepakatan damai jangka panjang,” ujar Trump.
Ia juga mengungkapkan bahwa Washington menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi.
Isi Proposal Iran: Dari Sanksi hingga Nuklir
Iran mengklaim bahwa proposal yang diajukan mencerminkan kemenangan strategis setelah konflik selama 40 hari.
Beberapa poin utama dalam proposal tersebut meliputi:
– Penghentian agresi militer
– Pengakuan hak pengayaan nuklir Iran
– Pencabutan seluruh sanksi internasional
– Penarikan pasukan AS dari kawasan
– Penghentian konflik di berbagai front.
Selain itu, Iran juga menuntut kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan selama perang.
Israel Ikut Setujui, Tapi Ketegangan Masih Terasa
Dua pejabat Gedung Putih menyebut bahwa Israel turut menyetujui gencatan senjata sementara dan akan menghentikan operasi militernya terhadap Iran selama periode tersebut.
Namun, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya stabil. Militer Israel dilaporkan masih mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran tak lama setelah pengumuman gencatan senjata disampaikan.
Gencatan senjata dua minggu ini menjadi momen krusial yang dapat menentukan arah konflik ke depan, apakah menuju kesepakatan damai jangka panjang atau justru hanya jeda sementara sebelum eskalasi berikutnya.
Dunia kini menanti hasil pembicaraan di Pakistan, yang berpotensi menjadi titik balik dalam salah satu konflik paling berbahaya di kawasan Timur Tengah saat ini. (ren)
