BBNI Siap Lunasi Global Bond Tier 2 US$500 Juta Jelang Jatuh Tempo
BBNI siap melunasi global bond Tier 2 senilai US$500 juta jelang jatuh tempo Maret 2026. Simak dampak, kinerja kredit, dan analisis sahamnya.

HALLONEWS.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyatakan akan melunasi instrumen utang global berupa Tier 2 Subordinated Notes 2021 senilai US$500 juta yang akan jatuh tempo pada 30 Maret 2026.
Obligasi subordinasi ini merupakan instrumen utang dengan tingkat prioritas klaim lebih rendah dibandingkan kreditur senior atau deposan apabila terjadi likuidasi.
Corporate Secretary BBNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa surat utang tersebut diterbitkan pada 30 Maret 2021 dengan tingkat bunga 3,75% per tahun dan tenor lima tahun. Instrumen ini diterbitkan berdasarkan ketentuan Regulation S di bawah US Securities Act serta tercatat di Singapore Stock Exchange.
Sehubungan dengan mendekati jatuh tempo, perseroan telah menyiapkan dana yang diperlukan untuk melunasi pokok utang sebesar US$500 juta yang ditempatkan pada aset likuid. Pelunasan dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Manajemen menyampaikan bahwa pelunasan obligasi subordinasi ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
Di sisi lain, BBNI menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 8% hingga 10% pada tahun 2026, setelah pada tahun buku 2025 berhasil mencatatkan realisasi kredit sebesar Rp889,53 triliun atau tumbuh 15,9% secara tahunan, melampaui target yang ditetapkan dari posisi Rp775,87 triliun pada tahun sebelumnya.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk merupakan bank milik negara yang bergerak di bidang jasa perbankan dan termasuk dalam kelompok bank terbesar di Indonesia berdasarkan total aset, kredit, dan dana pihak ketiga.
Perseroan menyediakan layanan keuangan terpadu yang didukung oleh sejumlah entitas anak, serta memiliki jaringan layanan luas baik di dalam negeri maupun internasional melalui kantor cabang dan fasilitas layanan yang tersebar di berbagai wilayah.
Saham BBNI tercatat berada di level Rp4.350 per lembar, dengan kinerja menguat 1,88% dalam satu minggu terakhir. Dalam jangka satu bulan saham mengalami koreksi sebesar 2,90%, sementara dalam tiga bulan terkoreksi 1,14% dan dalam satu tahun melemah 2,03%.
Secara jangka panjang, saham ini masih mencatatkan pelemahan 2,57% dalam tiga tahun terakhir, namun menguat signifikan sebesar 40,10% dalam periode lima tahun.
Analisis Yesinvest
Dari sisi fundamental, pelunasan obligasi subordinasi yang telah dipersiapkan sebelumnya menunjukkan posisi likuiditas perseroan yang memadai serta pengelolaan kewajiban yang terjaga.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit yang melampaui target pada tahun 2025 menjadi indikator kuat terhadap ekspansi bisnis yang tetap berjalan positif.
Dari sisi valuasi, saham ini dinilai berada pada area yang relatif murah dengan rasio price to book value di bawah satu kali dan price to earnings ratio di bawah 10 kali.
Selain itu, imbal hasil dividen yang berada di kisaran sekitar 8% per tahun turut menjadi daya tarik bagi investor, meskipun tetap perlu memperhatikan ekspektasi pertumbuhan ke depan.
Dari sisi teknikal, pergerakan saham BBNI saat ini berada dalam fase konsolidasi atau sideways. Area support teridentifikasi di kisaran 4.120, sementara area resistance berada di sekitar 4.630, yang menjadi batas pergerakan harga dalam jangka pendek.(Adi Prasetya Teguh / Research Analyst Yes Invest)
