BNBR Rights Issue 90 Miliar Saham untuk Bayar Utang, Potensi Delusi 33,33%
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akan rights issue 90 miliar saham untuk bayar utang dan modal kerja. Aksi ini berpotensi menimbulkan dilusi hingga 33,33 persen bagi pemegang saham.

HALLONEWS.ID – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menggelar aksi korporasi melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan menerbitkan sebanyak 90 miliar saham baru.
Manajemen perseroan menjelaskan bahwa saham yang diterbitkan merupakan saham seri E dengan nilai nominal Rp 12 per lembar, dan dana yang diperoleh akan digunakan untuk pembayaran utang serta modal kerja perseroan maupun entitas anak usaha.
Perseroan menyampaikan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam aksi ini berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 33,33 persen setelah pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32 Tahun 2015, perseroan akan mengajukan pernyataan pendaftaran penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada Otoritas Jasa Keuangan setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan pada 27 Februari 2026.
Pelaksanaan rights issue akan dilakukan setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif, dengan jangka waktu antara persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa hingga efektifnya pernyataan pendaftaran tidak melebihi 12 bulan sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (3) peraturan tersebut.
Manajemen menyatakan optimistis bahwa aksi korporasi ini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan dan operasional, sekaligus memperkuat struktur permodalan perseroan.
Perseroan juga berharap rasio total pinjaman terhadap total aset dan terhadap total ekuitas dapat menurun sehingga struktur permodalan menjadi lebih seimbang antara ekuitas dan kewajiban.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, manajemen menyebut langkah ini diharapkan mendukung kapasitas ekspansi usaha, meningkatkan laba, serta memberikan potensi imbal hasil yang lebih baik bagi pemegang saham.
Selain rencana rights issue, perseroan melalui entitas anak usaha PT Multi Kontrol Nusantara sebelumnya menyatakan tengah menjajaki pengembangan bisnis pusat data. Proyek tersebut direncanakan berupa pembangunan kawasan data center inner-city di atas lahan seluas 1,67 hektare di Kalideres, Jakarta Barat.
Lahan tersebut dibeli pada 20 September 2024 dari PT Pilar Agra Unggul berdasarkan Surat Perjanjian Nomor 176/MKN/PAU/PJBTANAH/IX/2024, dengan pembayaran uang muka sebesar Rp 152,4 miliar.
Dalam laporan keuangan disebutkan bahwa apabila proyek data center batal dilaksanakan, PT Pilar Agra Unggul wajib mengembalikan uang muka sebesar Rp 152,4 miliar kepada PT Multi Kontrol Nusantara tanpa potongan.
Tentang Perusahaan
PT Bakrie & Brothers Tbk didirikan dan bergerak di bidang perdagangan umum, jasa konstruksi, pertanian, pertambangan, industri terutama produksi pipa baja, bahan bangunan dan konstruksi lainnya, sistem telekomunikasi, barang elektronik dan elektrik, serta investasi termasuk penyertaan modal pada perusahaan lain.
Kegiatan usaha perseroan dan entitas anak terbagi dalam dua segmen utama yakni Infrastruktur dan Manufaktur serta Perdagangan, Jasa dan Investasi, yang dijalankan baik secara langsung maupun melalui entitas anak seperti Metal Industries, Pipe Industries, Building Industries, dan Bakrie Tosanjaya, serta didukung oleh sejumlah perusahaan dalam portofolio kelompok usaha Bakrie.
Pergerakan Harga Saham
Saham BNBR terakhir diperdagangkan pada level Rp 161 per saham. Dalam satu minggu terakhir harga saham melonjak 46,36 persen, namun secara bulanan masih tercatat turun 5,29 persen.
Dalam tiga bulan saham ini menguat 242,55 persen dan secara tahunan melonjak 347,22 persen, sementara dalam tiga tahun naik 136,76 persen dan dalam lima tahun meningkat 222,00 persen. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas tinggi dalam jangka pendek maupun panjang.
Analisis Yesinvest
Secara fundamental, kinerja laba perseroan masih menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Pada tahun 2025, laba tercatat mengalami penurunan cukup dalam dibandingkan tahun 2024 dan 2023, sehingga mencerminkan tantangan dalam menjaga konsistensi profitabilitas di tengah dinamika bisnis dan struktur pembiayaan.
Dari sisi valuasi, saham ini diperdagangkan pada level yang tergolong premium dengan rasio Price to Book Value sebesar 8,29 kali dan Price to Earnings Ratio disetahunkan mencapai 1.796 kali.
Secara teknikal, pergerakan saham BNBR berada dalam fase sideways dengan area support di kisaran 81 dan resistance di sekitar 264. Pola ini menunjukkan pergerakan harga yang masih berkonsolidasi dalam rentang tertentu, sehingga penembusan salah satu level kunci tersebut berpotensi menentukan arah tren berikutnya.(Adi Prasetya Teguh / Research Analyst Yes Invest)
Disclaimer
Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.
Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.
