BNN Ringkus Dua WN Rusia di Bali, Hashish 7,8 Kg dari Thailand Gagal Beredar

BNN menangkap dua warga negara Rusia di Bali dan menyita 7,8 kilogram hashish yang diduga diselundupkan dari Thailand. Aparat kini memburu jaringan internasional yang diduga masih beroperasi.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:44 WIB
BNN Ringkus Dua WN Rusia di Bali, Hashish 7,8 Kg dari Thailand Gagal Beredar
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan pengungkapan kasus ini merupakan hasil operasi gabungan yang melibatkan Direktorat Interdiksi BNN dan Bea Cukai. Foto: BNN for Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membongkar jaringan peredaran narkotika internasional dengan menangkap dua warga negara Rusia di Kabupaten Bangli, Bali.

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan narkotika jenis hashish seberat 7,8 kilogram yang diduga akan diedarkan di Indonesia.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan pengungkapan kasus ini merupakan hasil operasi gabungan yang melibatkan Direktorat Interdiksi BNN dan Bea Cukai. Penindakan dilakukan di empat lokasi berbeda pada Jumat (5/6/2026).

“Dari operasi tersebut diamankan barang bukti narkotika jenis hashish dengan berat bruto 7,8 kilogram,” ujar Suyudi, Sabtu (6/6/2026).

Dua tersangka yang ditangkap adalah seorang perempuan berkewarganegaraan Rusia bernama Kochetkova Kira (51) dan seorang pria bernama Sergei Khlebushchev (39).

Kasus ini bermula dari informasi yang diterima Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta terkait adanya koper berisi hashish yang dikirim dari Thailand menuju Jakarta. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, koper tersebut dibawa oleh Kira dengan tujuan akhir Bali.

Mendapat informasi tersebut, tim gabungan segera menjalankan operasi controlled delivery, sebuah metode pengawasan yang memungkinkan aparat mengikuti pergerakan barang hingga kepada penerima dan jaringan yang terlibat.

Dari hasil pemantauan, Kira diketahui melanjutkan perjalanan menuju Bali menggunakan mobil sewaan. Ia menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk pada dini hari sebelum akhirnya bergerak menuju wilayah Bangli.

Setibanya di Bali, Kira bertemu dengan Sergei yang diduga menjadi bagian dari jaringan distribusi narkotika tersebut.

bnn2
Dua tersangka yang ditangkap adalah seorang perempuan berkewarganegaraan Rusia bernama Kochetkova Kira (51) dan seorang pria bernama Sergei Khlebushchev (39). Foto: BNN for Hallonews

Suyudi menjelaskan bahwa ketika kendaraan melintas di kawasan Jalan Dusun Kayang, Kabupaten Bangli, Sergei menurunkan Kira beserta koper yang berisi narkotika dan kemudian mencoba melarikan diri.

“Saat melintas di Jalan Dusun Kayang, Kecamatan Bangli, tersangka Sergei menurunkan Kochetkova Kira beserta tas koper berisi narkotika, kemudian berupaya melarikan diri dengan kendaraannya,” jelasnya.

Upaya pelarian itu tidak berlangsung lama. Petugas berhasil mengejar dan menangkap Sergei di kawasan Jalan Dusun Cingang, Bangli. Kedua tersangka kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

BNN memastikan penyidikan kasus ini masih terus dikembangkan. Aparat tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas, termasuk memburu pihak lain yang diduga masih bersembunyi di wilayah Bali.

Menurut Suyudi, fokus penyelidikan tidak hanya pada penangkapan pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap keseluruhan rantai distribusi hingga sumber pendanaan sindikat narkotika internasional tersebut.

“BNN melakukan pengembangan penyelidikan secara komprehensif terhadap tersangka lain yang diduga merupakan warga negara Rusia dan masih bersembunyi di wilayah Bali, dengan orientasi akhir untuk melumpuhkan kekuatan finansial sindikat peredaran gelap ini,” tegasnya.

Pengungkapan kasus ini menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia masih menjadi target jaringan narkotika internasional. Karena itu, BNN bersama instansi terkait terus memperkuat pengawasan di jalur masuk negara sekaligus meningkatkan kerja sama intelijen untuk memutus mata rantai penyelundupan narkoba lintas negara.

Selain mengamankan barang bukti dan tersangka, aparat kini terus memburu aktor lain yang diduga menjadi bagian dari sindikat internasional demi mencegah peredaran narkotika di Indonesia. (agn)