Bupati Serang Tinjau Rumah Roboh di Ciruas, Satu Warga Tewas
Bupati Serang melayat ke korban rumah roboh di Kampung Cimiung, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

HALLONEWS.ID – Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengunjungi kediaman korban rumah roboh di Kampung Cimiung, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sabtu (7/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan setelah insiden runtuhnya rumah yang menewaskan seorang warga pada Kamis malam (5/3).
Korban meninggal diketahui bernama Umayah (46), yang tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya sekitar pukul 23.30 WIB. Sementara putranya, Uktira (17), mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina.
Peristiwa tersebut diduga terjadi karena kondisi bangunan rumah yang sudah tua dan rapuh. Struktur bangunan yang sebagian masih menggunakan material lama mengalami pelapukan sehingga tidak mampu menahan beban saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Salah seorang warga setempat mengatakan rumah tersebut merupakan bangunan lama dengan struktur tembok dari bata lama dan penyangga cor yang masih menggunakan kayu.
“Rumahnya memang bangunan lama. Struktur temboknya dari bata lama dan bagian penyangga cornya masih menggunakan kayu yang sudah puluhan tahun sehingga mengalami pelapukan. Ditambah hujan deras, akhirnya rumah itu roboh,” ujar warga.
Dalam kunjungannya, Bupati Serang menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.
“Hari ini saya datang ke rumah warga kami di Kampung Cimiung, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas. Semalam saya mendapat kabar dari Pak Camat bahwa ada rumah warga yang roboh dan menyebabkan korban jiwa, yaitu Ibu Umayah. Putranya saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Hermina,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah.
Ia menyampaikan belasungkawa secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Kabupaten Serang kepada keluarga korban.
“Secara pribadi dan pemerintah daerah kami menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini. Ini adalah musibah, namun juga menjadi evaluasi bagi kami untuk lebih detail melihat kondisi rumah warga, terutama yang tidak layak huni,” katanya.
Menurutnya, dari tampilan luar rumah tersebut terlihat seperti rumah yang masih layak dihuni. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata struktur bangunan di bagian dalam sudah rapuh karena usia bangunan yang cukup lama.
Bupati juga meminta aparat desa dan kecamatan untuk melakukan pendataan ulang terhadap rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Ciruas.
“Saya minta kepada Pak Lurah dan Pak Camat untuk melakukan investigasi dan pendataan ulang rumah tidak layak huni. Kalau perlu masuk ke dalam rumah untuk mengecek struktur bangunannya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa program bantuan rumah tidak layak huni harus diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, seperti lansia kurang mampu, penyandang disabilitas, serta perempuan yang menjadi kepala keluarga.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Serang juga memastikan korban yang masih menjalani perawatan akan tetap mendapatkan penanganan medis hingga sembuh.
“Untuk pengobatan korban saat ini masih menggunakan BPJS dari perusahaan tempat almarhumah bekerja, yaitu PT Nikomas Gemilang. Jika nanti sudah tidak aktif, maka pemerintah kabupaten akan menanggungnya,” jelasnya. (bsg)
