Trump Beri Hormat pada Enam Tentara AS yang Tewas di Perang Iran

Presiden AS Donald Trump memberi hormat saat jenazah enam tentara Amerika yang tewas dalam perang Iran tiba di Pangkalan Udara Dover. Mereka gugur akibat serangan drone di Kuwait.

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:50 WIB
Trump Beri Hormat pada Enam Tentara AS yang Tewas di Perang Iran
Enam tentara Amerika Serikat yang tewas setelah serangan drone menghantam Pelabuhan Shuaiba di Kuwait pada Minggu (1/3/2026). Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan penghormatan terakhir kepada enam tentara Amerika yang tewas dalam konflik dengan Iran ketika jenazah mereka tiba kembali di tanah air.

Momen tersebut terjadi dalam upacara pemindahan jenazah secara militer di Pangkalan Angkatan Udara Dover pada Sabtu (7/3/2026).

Dalam sejumlah foto yang dirilis media, Trump terlihat berdiri tegap memberi hormat ketika peti jenazah para prajurit yang dibungkus bendera Amerika Serikat dibawa keluar dari pesawat militer.

“Ini adalah situasi yang sangat menyedihkan. Mereka adalah pahlawan besar bagi negara kita, dan kita akan selalu mengingat mereka,” kata Trump saat memberikan pernyataan kepada wartawan seperti dikutip Sky News.

Gugur Akibat Serangan Drone di Kuwait

Enam anggota militer Amerika tersebut tewas pada Minggu (1/3/2026) ketika sebuah drone menyerang fasilitas pelabuhan di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait.

Serangan itu terjadi saat mereka menjalankan tugas dalam operasi militer Amerika di kawasan Timur Tengah yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury.

Pentagon kemudian mengidentifikasi keenam prajurit yang gugur tersebut, yaitu:

1. Mayor Jeffrey O’Brien (45)

2. First Class Noah L. Tietjens (42)

3. Kapten Cody A. Khork (35)

4. First Class Nicole M. Amor (39)

5. Chief Warrant Officer Robert Marzan (54)

6. Spesialis Declan J. Coady (20)

Gedung Putih Sebut Mereka Pahlawan Bangsa

Melalui pernyataan resmi di media sosial, Gedung Putih menyampaikan penghormatan kepada para prajurit yang gugur.

“Enam prajurit yang gugur tersebut mewakili yang terbaik dari Amerika, memberikan segalanya untuk melayani negara kita,” tulis Gedung Putih dalam pernyataannya.

Pemerintah Amerika juga menegaskan bahwa pengorbanan mereka tidak akan pernah dilupakan.

“Kebebasan tidak pernah gratis. Semoga Tuhan memberkati mereka, keluarga mereka, dan Amerika Serikat.”

Upacara penghormatan tersebut turut dihadiri oleh JD Vance, serta Menteri Pertahanan Pete Hegseth, bersama sejumlah pejabat tinggi pemerintahan lainnya.

Pentagon Kirim Pesan Keras

Kematian enam prajurit tersebut memicu respons keras dari Pentagon. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam terhadap serangan terhadap warganya.

“Jika Anda membunuh warga Amerika, jika Anda mengancam warga Amerika di mana pun di dunia, kami akan memburu Anda tanpa penyesalan dan tanpa ragu-ragu,” kata Hegseth dalam pernyataan resmi.

Pernyataan serupa juga disampaikan juru bicara Pentagon Sean Parnell.

“Kesalahan terbesar yang dapat dilakukan siapa pun adalah membunuh seorang warga Amerika. Kami akan memburumu dan membalas para korban kami yang gugur. Itu janji,” ujar Parnell.

Kematian enam tentara tersebut menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, di tengah konflik yang semakin meluas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. (ren)