Dana Korporasi Mengalir Deras ke Perbankan, Tumbuh Jauh di Atas Simpanan Individu

HALLONEWS.ID - Dana korporasi masih menjadi penopang utama pertumbuhan simpanan perbankan di awal 2026. Di tengah kondisi ekonomi yang membuat pelaku usaha cenderung berhati-hati, perusahaan memilih menempatkan dananya di bank ketimbang memperluas ekspansi bisnis. Berdasarkan data uang beredar yang dirilis Bank Indonesia, Dana Pihak Ketiga (DPK) dari segmen korporasi tumbuh 18,2% secara tahunan...
Kamis, 26 Februari 2026 - 14:31 WIB
Dana Korporasi Mengalir Deras ke Perbankan, Tumbuh Jauh di Atas Simpanan Individu
Ilustrasi uang (Dok Yes Invest)

HALLONEWS.ID – Dana korporasi masih menjadi penopang utama pertumbuhan simpanan perbankan di awal 2026.

Di tengah kondisi ekonomi yang membuat pelaku usaha cenderung berhati-hati, perusahaan memilih menempatkan dananya di bank ketimbang memperluas ekspansi bisnis.

Berdasarkan data uang beredar yang dirilis Bank Indonesia, Dana Pihak Ketiga (DPK) dari segmen korporasi tumbuh 18,2% secara tahunan (year on year/YoY) per Januari 2026.

Angka ini jauh melampaui pertumbuhan simpanan perorangan yang hanya naik 3,3% YoY. Pertumbuhan paling menonjol tercatat pada tabungan dan giro korporasi, masing-masing meningkat 26,8% dan 21,9%, lebih tinggi dibandingkan capaian bulan sebelumnya.

Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan menilai kenaikan simpanan tersebut berkaitan dengan sikap korporasi yang masih menahan ekspansi, terutama karena mempertimbangkan kondisi daya beli.

Ia menyebut arah pertumbuhan tahun ini sangat bergantung pada stabilitas ekonomi dan pemulihan konsumsi. Jika permintaan membaik, ekspansi usaha berpotensi kembali meningkat. Ia juga mendorong perbankan menjaga efisiensi serta memperbesar porsi dana murah agar suku bunga kredit tetap kompetitif.

Strategi Bank Perkuat Dana Murah

Sejumlah bank mencatat pertumbuhan dana korporasi yang signifikan. Di PT Bank Mandiri Tbk, DPK korporasi tumbuh di atas rata-rata industri. Hingga periode terakhir, pertumbuhannya melampaui 38% secara tahunan dengan nominal mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Head of Deposit Product Management Bank Mandiri, Mega Ekaputri Pujianto, menjelaskan pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan giro dari korporasi besar dan penempatan dana institusi, khususnya dari sektor energi, infrastruktur, serta BUMN. Porsi DPK korporasi kini menyumbang lebih dari 65% terhadap total DPK perseroan dan didominasi dana murah (CASA), sehingga membantu menjaga efisiensi biaya dana.

Strategi yang dijalankan meliputi penguatan relationship management, optimalisasi layanan cash management dan supply chain financing, hingga digitalisasi layanan wholesale dan solusi treasury.

Target Pertumbuhan Tetap Dijaga

Sementara itu, OK Bank Indonesia mencatat DPK korporasi naik sekitar 8% pada Februari 2026 dibandingkan posisi akhir 2025, dengan kontribusi sekitar 61% terhadap total DPK. Untuk tahun ini, bank tersebut menargetkan pertumbuhan DPK secara umum di kisaran 8%.

Direktur OK Bank Indonesia Efdinal Alamsyah menyampaikan strategi yang ditempuh antara lain menawarkan pricing yang kompetitif, memperkuat hubungan dengan nasabah, mengembangkan layanan, serta melakukan bundling produk simpanan. (Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan pemberitaan dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi atau ajakan untuk mengambil keputusan keuangan tertentu. Keputusan investasi dan keuangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca.