Dari Balik Jeruji Jadi Produk Bernilai! Karya Warga Binaan Lapas Dharmasraya Diserbu di Bazar UMKM

Karya warga binaan Lapas Dharmasraya mencuri perhatian di Bazar UMKM Pemda. Produk kreatif laris dan jadi bukti sukses pembinaan kemandirian.

Minggu, 19 April 2026 - 9:00 WIB
Dari Balik Jeruji Jadi Produk Bernilai! Karya Warga Binaan Lapas Dharmasraya Diserbu di Bazar UMKM
warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Dharmasraya mengikuti Bazar UMKM yang digelar Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.(dok Lapas Dharmasraya for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Siapa sangka, produk-produk kreatif bernilai ekonomi tinggi lahir dari balik jeruji. Hal itulah yang ditunjukkan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Dharmasraya saat mengikuti Bazar UMKM yang digelar Pemerintah Kabupaten Dharmasraya pada 18–19 April 2026.

Stand milik Lapas Dharmasraya menjadi salah satu yang paling ramai diserbu pengunjung. Berbagai produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dipamerkan, mulai dari kerajinan batok kelapa, pot tanaman berbahan kertas ceki, hingga produk kuliner seperti telur itik, keripik bawang putih, dan brownies.

Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, terutama karena kualitas produk yang dinilai tak kalah dengan hasil UMKM pada umumnya. Banyak pengunjung yang mengaku terkejut mengetahui bahwa produk tersebut dibuat langsung oleh warga binaan.

Kepala Lapas Dharmasraya, Ferdika Canra, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam bazar ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian kepada masyarakat luas.

“Ini bukan sekadar pameran, tetapi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya dan memiliki potensi ekonomi yang nyata,” ujarnya.

Untitled 5 9
warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Dharmasraya mengikuti Bazar UMKM yang digelar Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.(dok Lapas Dharmasraya for Hallonews)

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Dharmasraya yang turut berperan aktif dalam mempromosikan produk-produk tersebut.

Ketua DWP Lapas, Dewi Ferdika, hadir langsung mendampingi dan memberikan semangat kepada para warga binaan.

Lebih dari sekadar transaksi jual beli, keikutsertaan Lapas Dharmasraya dalam bazar ini menjadi simbol perubahan. Program pembinaan yang dijalankan tidak hanya membekali keterampilan, tetapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Sinergi antara Lapas dan pemerintah daerah pun menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan UMKM lokal sekaligus menghapus stigma negatif terhadap warga binaan.

Melalui momentum ini, Lapas Dharmasraya berharap karya-karya WBP semakin dikenal luas dan mampu menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik di masa depan.(gin)