Dedie Trihadi Dinilai Punya Nyali Bongkar Korupsi, Masyarakat Menunggu Aksi Nyata
Keberhasilan menangkap buronan menjadi langkah awal Kejati Sumbar di bawah kepemimpinan Dedie Trihadi yang kini mendapat sorotan luas.

HALLONEWS.ID – Kepemimpinan baru di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat mulai menarik perhatian publik.
Sejak dipercaya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat pada akhir April 2026, Dedie Trihadi dinilai langsung menunjukkan keseriusan dalam memperkuat penegakan hukum melalui berbagai langkah strategis yang mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan.
Salah satu langkah yang mencuri perhatian adalah keberhasilan Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Sumbar dalam mengamankan sejumlah buronan yang selama bertahun-tahun menghindari proses hukum.
Operasi tersebut dianggap sebagai sinyal kuat bahwa upaya penegakan hukum di Sumatera Barat memasuki babak baru yang lebih tegas dan terukur.
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menilai rekam jejak Dedie selama berkarier di Korps Adhyaksa menjadi modal penting untuk menjawab harapan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di daerah tersebut.
Menurut Rahmad, nama Dedie bukanlah figur baru dalam dunia penegakan hukum. Selama menempati sejumlah jabatan strategis, mulai dari Kepala Kejaksaan Negeri Batam hingga Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat, ia dikenal aktif menangani berbagai perkara besar yang menjadi perhatian publik.
“Citranya sebagai jaksa yang tegas dan berintegritas dinilai menjadi alasan mengapa masyarakat kini menaruh ekspektasi tinggi terhadap kepemimpinannya,” katanya dalam keterangan dikutip pada Selasa (16/6/2026).
Lanjutnya, di tengah tuntutan pemberantasan korupsi yang semakin kuat, sosok penegak hukum yang berani mengambil langkah konkret dinilai sangat dibutuhkan.
Meski mengapresiasi keberhasilan penangkapan sejumlah buronan, Rahmad menilai publik kini menunggu langkah berikutnya yang lebih substansial.
Perhatian masyarakat, kata dia, tertuju pada penanganan berbagai perkara korupsi strategis yang selama ini menjadi sorotan di Sumatera Barat.
“Harapan tersebut tidak lepas dari rekam jejak Dedie yang pernah menerima penghargaan atas dedikasi dan keberaniannya dalam penegakan hukum saat bertugas di Batam,” ujarnya.
Ia menekankan, pengalaman tersebut diyakini dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan hukum yang ada di Sumatera Barat.
Ia berharap momentum pergantian kepemimpinan mampu menghadirkan penegakan hukum yang lebih tegas, profesional, dan berkeadilan.
“Masyarakat menanti pembuktian bahwa semangat pemberantasan korupsi tidak berhenti pada penangkapan buronan, tetapi juga menyentuh penyelesaian berbagai kasus besar yang selama ini menjadi perhatian luas,” tukasnya. (fer)
