Inflasi Banten 2,70 Persen, Pengamat Ekonomi Soroti Daya Beli Warga Masih Tertekan
Inflasi Banten pada Mei 2026 tercatat 2,70 persen atau lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi Banten mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada Mei 2026 sebesar 2,70 persen. Angka tersebut berada di bawah tingkat inflasi nasional yang mencapai 3,08 persen.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi. Sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan inflasi antara lain cabai rawit, cabai merah, minyak goreng, daging ayam ras hingga emas perhiasan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pengamat Ekonomi Banten, Yudha DT, menilai capaian inflasi yang lebih rendah dari nasional perlu dibarengi dengan peningkatan daya beli masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.
“Secara statistik inflasi Banten memang berada di bawah rata-rata nasional. Namun indikator yang tidak kalah penting adalah bagaimana kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas,” kata Yudha DT, kepada HalloNews.id Senin, (15/6/2026).
Menurutnya, harga kebutuhan pokok masih menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga. Karena itu, pemerintah perlu memastikan stabilitas pasokan dan distribusi barang agar gejolak harga tidak terus berulang.
“Masyarakat merasakan langsung perubahan harga pangan di pasar. Ketika harga cabai, minyak goreng atau bahan pokok lainnya naik, maka pengeluaran rumah tangga ikut meningkat. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Yudha juga menilai pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui operasi pasar, tetapi harus diikuti dengan penguatan sektor produksi dan distribusi agar pasokan tetap terjaga.
“Upaya menjaga inflasi tetap rendah harus dibarengi langkah memperkuat sektor riil, terutama pangan. Jika pasokan aman dan distribusi lancar, maka tekanan harga dapat ditekan sehingga daya beli masyarakat lebih terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Iwan Hermawan, mengatakan inflasi Banten masih berada dalam kategori terkendali dan lebih rendah dibanding rata-rata nasional.
“Inflasi tahunan Banten pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,70 persen. Kondisi ini menunjukkan berbagai langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah berjalan cukup efektif,” ujarnya.
Ia menjelaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Satgas Pangan, Perum Bulog dan berbagai instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok.
“Kami terus melakukan pemantauan harga dan distribusi komoditas strategis agar pasokan tetap tersedia dan gejolak harga dapat diminimalisir,” katanya.
Menurut Iwan, pembinaan kepada pedagang dan pengawasan distribusi juga terus dilakukan guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap sesuai ketentuan yang berlaku.
“Harapannya inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat terjaga, dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan,” pungkasnya. (esa)
