Jelang Ramadan, Andra Soni Gerak Cepat Amankan Stok dan Harga Pangan di Banten

Menjelang Ramadan, Gubernur Banten Andra Soni gerak cepat amankan pasokan pangan. Sinergi Pemprov dan BI melalui strategi 4K memastikan harga stabil dan masyarakat tenang menghadapi Ramadan.

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:24 WIB
Jelang Ramadan, Andra Soni Gerak Cepat Amankan Stok dan Harga Pangan di Banten
Gubernur Banten Andra Soni memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Serang, Rabu (11/2/2026). Foto: Humas Pemprov Banten for Hallonews

HALLONEWS.ID-Menyambut bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Banten Andra Soni bergerak cepat memastikan stok pangan aman dan harga tetap stabil di seluruh wilayah Banten.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menjaga inflasi tetap terkendali, sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Ramadan.

Hal itu ditegaskan Andra usai memimpin High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Serang, Rabu (11/2/2026). Rapat tersebut menjadi momentum konsolidasi antarlembaga untuk mengamankan pasokan dan mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kami perkuat kolaborasi agar inflasi terkendali dan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi. Sepanjang 2025 inflasi Banten stabil, bahkan lebih rendah dari rata-rata nasional,” ujar Andra.

Pastikan Stok Aman, Harga Terkendali

Andra menegaskan, kelancaran distribusi dan ketersediaan stok pangan menjadi prioritas utama Pemprov Banten. Ia menolak adanya gejolak harga yang dapat membebani masyarakat, khususnya selama periode Ramadan dan Lebaran.

“Kita harus pastikan stok cukup dan distribusi lancar. Tidak boleh ada gangguan pasokan yang menyebabkan harga melonjak,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi tekanan harga, Pemprov Banten menyiapkan paket langkah pengendalian konkret, di antaranya pasar murah dan operasi pasar di wilayah padat penduduk, sinergi distribusi pangan strategis dengan pemerintah kabupaten/kota dan BUMD, dan koordinasi aktif dengan Satgas Pangan, pelaku usaha, serta instansi vertikal.

Andra juga menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk mengecek langsung harga dan ketersediaan bahan pokok. “Kami pantau terus, termasuk hasil pemantauan Bank Indonesia di daerah-daerah produsen,” katanya.

Menurutnya, kondisi inflasi dan pasokan pangan di Banten saat ini masih dalam batas aman, dengan distribusi yang berjalan relatif lancar.

BI: Ramadan Selalu Picu Lonjakan Permintaan

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, menjelaskan bahwa secara historis, periode Ramadan dan Idulfitri selalu diikuti peningkatan permintaan sehingga berpotensi menekan harga.

Dalam tiga tahun terakhir, komoditas seperti cabai, bawang merah, daging ayam, angkutan antarkota, dan emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi utama.

Namun, ia memastikan bahwa kondisi pangan Banten tahun ini masih terkendali.

“Tahun 2026 Banten diproyeksikan surplus beras sekitar 58 ribu ton dengan puncak panen Februari–Maret, bertepatan dengan Ramadan,” jelas Ameriza.

Ameriza juga menyoroti struktur wilayah Banten yang unik kota-kota besar seperti Tangerang, Tangerang Selatan, dan Cilegon menjadi daerah konsumsi, sementara Serang, Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Tangerang berperan sebagai daerah produksi.

TPID Terapkan Strategi 4K

Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, BI bersama TPID menerapkan strategi 4K — Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.

“Kita intensifkan operasi pasar, gerakan pangan murah, dan pemantauan harga di pasar. Stok di gudang dan ritel dipastikan aman, distribusi juga dijaga lancar dengan dukungan logistik dan infrastruktur,” terang Ameriza.

Dengan langkah tersebut, TPID Banten menargetkan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang tanpa khawatir harga melonjak saat Ramadan. (ren)