Didukung LPDB, Koperasi TLM Jadi “Kakak Asuh” Ribuan Desa

LPDB dorong Koperasi Tanaoba Lais Manekat jadi kakak asuh KDKMP di Indonesia Timur. Kolaborasi ini percepat pertumbuhan ekonomi desa berbasis koperasi.

Rabu, 29 April 2026 - 6:00 WIB
Didukung LPDB, Koperasi TLM Jadi “Kakak Asuh” Ribuan Desa
Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono sedang berada di Koperasi TLM. (dok Menkop for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Transformasi koperasi di Indonesia Timur semakin menunjukkan arah yang progresif. Tak lagi sekadar entitas simpan pinjam, koperasi kini berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang saling menguatkan antarwilayah dan pelaku usaha.

Peran strategis ini terlihat dari langkah Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (TLM) yang tampil sebagai “kakak asuh” bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Model pendampingan ini menjadi bukti bahwa koperasi dapat tumbuh melalui kolaborasi, bukan berjalan sendiri.

Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa pendekatan kakak asuh menjadi kunci percepatan penguatan koperasi desa. Menurutnya, sinergi antara koperasi besar dan koperasi akar rumput mampu mendorong pemerataan ekonomi.

“Saya sudah sampaikan kepada LPDB dan Koperasi TLM untuk bersama-sama membantu pengembangan bisnis koperasi desa dan kelurahan, mulai dari memperluas usaha hingga memperkuat permodalan,” ujarnya.

Koperasi TLM sendiri mencatat kinerja impresif dengan aset mencapai Rp1,2 triliun. Tak hanya fokus pada layanan keuangan, TLM juga melakukan diversifikasi usaha ke sektor riil, memperluas jaringan distribusi, serta aktif mendampingi koperasi-koperasi baru.

Salah satu contoh nyata adalah pendampingan KDKMP Manulai II di Kupang. Melalui skema konsinyasi dan penguatan kapasitas usaha, aktivitas ekonomi anggota mulai meningkat signifikan. Program ini membuka peluang peningkatan omzet sekaligus memperkuat daya saing koperasi desa.

Direktur Bisnis LPDB Koperasi, Oetje Koesoema Prasetia, menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong pola kemitraan antar koperasi sebagai bagian dari strategi nasional.

“LPDB hadir memperkuat peran koperasi besar agar bisa menjadi lokomotif bagi koperasi lain, terutama di tingkat desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi pembiayaan melalui skema joint financing antara LPDB, koperasi, dan perbankan menjadi solusi untuk menciptakan sistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Saat ini, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di puluhan ribu desa di seluruh Indonesia.

Dengan dukungan pembiayaan, pendampingan, serta peran kakak asuh seperti TLM, koperasi desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal.

Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem koperasi modern yang inklusif, produktif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.(srv)