Dukung Board of Peace, Prabowo Siap Kirim 8.000 Pasukan

Presiden Prabowo Subianto dukung penuh rencana perdamaian Donald Trump dan siap kirim 8.000 pasukan Indonesia untuk stabilisasi Gaza dan Palestina.

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:14 WIB
Dukung Board of Peace, Prabowo Siap Kirim 8.000 Pasukan
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya ke Amerika. (Dok BPMI Setpres)

HALLONEWS.ID – Komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia kembali ditegaskan. Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif perdamaian global yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC.

Dalam forum internasional tersebut, Prabowo tak sekadar menyatakan dukungan politik. Ia juga menyampaikan kesiapan Indonesia berkontribusi nyata dengan mengirimkan sekitar 8.000 personel pasukan perdamaian guna mendukung stabilitas kawasan konflik, termasuk Palestina dan Gaza.

Langkah Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian menandai babak baru diplomasi global Tanah Air.

Sejak awal, pemerintah Indonesia mengkaji secara serius proposal 20 poin yang ditawarkan Presiden Trump sebagai kerangka penyelesaian konflik berkepanjangan.

Menurut Prabowo, Indonesia langsung menyatakan komitmen karena menilai rencana tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia.

“Kami berkomitmen penuh pada kesuksesan rencana ini. Kami memahami tantangan akan muncul, tetapi perdamaian harus diperjuangkan,” ujar Prabowo dalam pernyataannya.

Keikutsertaan Indonesia di forum ini menempatkan Jakarta dalam lingkar strategis negara-negara yang ingin mengambil peran lebih aktif dalam penyelesaian konflik global.

Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki perhatian khusus terhadap perdamaian di Palestina, termasuk wilayah Gaza yang selama ini menjadi pusat konflik berkepanjangan.

Ia menyambut baik berbagai langkah menuju gencatan senjata dan menyebutnya sebagai pijakan awal yang penting. Namun, menurutnya, proses perdamaian tak berhenti pada penghentian tembak-menembak, melainkan harus berlanjut pada rekonstruksi, stabilitas keamanan, dan jaminan hak-hak kemanusiaan.

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan kontribusi besar dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Rencana pengiriman 8.000 personel menjadi sinyal bahwa Indonesia siap meningkatkan peran tersebut dalam kerangka kerja Dewan Perdamaian.

Prabowo mengakui implementasi rencana perdamaian tak akan berjalan mulus. Kompleksitas geopolitik, perbedaan kepentingan negara, hingga dinamika internal kawasan menjadi tantangan nyata.

Meski demikian, ia menyatakan optimisme terhadap kepemimpinan Trump dalam mengawal visi perdamaian tersebut. Indonesia, kata dia, siap menghadapi hambatan yang muncul selama proses berjalan.

Dalam forum itu, sejumlah negara turut hadir, termasuk perwakilan dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir.

Pertemuan diawali dengan pembukaan oleh Presiden Trump, dilanjutkan paparan tokoh-tokoh kunci Dewan Perdamaian, pernyataan para pemimpin negara, hingga penetapan resolusi. (wib)