Empat Anggota KKB Diringkus, Diduga Terlibat Serangkaian Aksi Kekerasan di Yahukimo
Selain insiden penembakan, aparat juga menemukan indikasi perusakan fasilitas publik, termasuk dugaan pembakaran ruang kelas yang dilakukan para pelaku.

HALLONEWS.ID – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 meringkus empat orang yang diduga melakukan sejumlah aksi kekerasan di Yahukimo, Papua.
Dua pelaku yang diamankan adalah GW dan EH. Sementara dua lainnya masih proses pemeriksaan. Mereka terindikasi masuk dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti. Korban dari aksi kekerasan ini justru masyarakat sipil,” jelas Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Senin (16/2/202).
Selain insiden penembakan, aparat juga menemukan indikasi perusakan fasilitas publik, termasuk dugaan pembakaran ruang kelas yang dilakukan para pelaku.

Di lokasi ditemukan botol berisi sisa bahan bakar dan potongan kayu terbakar, sementara instalasi listrik dalam kondisi tidak aktif. Upaya pembakaran dua unit ambulans yang merupakan satu-satunya sarana transportasi medis warga juga sempat terjadi, namun berhasil digagalkan setelah warga melakukan negosiasi.
“Kalau sekolah dibakar dan ambulans dirusak, yang terdampak langsung adalah masyarakat. Anak-anak bisa kehilangan hak belajar, pelayanan kesehatan bisa lumpuh. Itu sebabnya pengamanan fasilitas publik menjadi fokus kami,” ungkap Yusuf.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan langkah penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.
“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Adarma.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan warga menjadi orientasi utama setiap tindakan di lapangan.
“Operasi ini mengedepankan perlindungan masyarakat. Setiap langkah dilakukan secara terukur dan profesional, sehingga penegakan hukum berjalan, namun kehidupan warga tetap terlindungi,” tambahnya. (min)
