Gempa M 4,9 Guncang Sarmi Papua, BMKG Nyatakan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa tektonik M 4,9 mengguncang Sarmi, Papua, Jumat (24/7/2026). BMKG memastikan gempa akibat aktivitas Sesar Mamberamo ini tidak berpotensi tsunami

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:30 WIB
Gempa M 4,9 Guncang Sarmi Papua, BMKG Nyatakan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi tektonik landa wilayah Papua. Walau tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diminta berhati-hati. (Foto: Humas BMKG for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Sarmi, Papua, pada Jumat (24/7/2026) pukul 03.15.15 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc, menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki magnitudo terkini M4,9 dengan kedalaman 10 kilometer.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,46° LS dan 139,00° BT, atau tepatnya berada di darat sekitar 70 kilometer tenggara Sarmi, Papua,” ujar Wijayanto.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut merupakan gempa dangkal, yang dipicu aktivitas Sesar Mamberamo.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi, merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Mamberamo,” katanya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Sementara itu, hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas V–VI MMI di wilayah Pantai Timur Bagian Barat dan Sarmi.

Pada skala ini, getaran dirasakan oleh seluruh penduduk, sebagian besar warga terkejut dan berhamburan keluar rumah. Plester dinding dilaporkan jatuh dan cerobong asap pabrik mengalami kerusakan ringan.

Guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Tor Atas, Sarmi, dan Pantai Timur, Sarmi.

Getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, disertai bunyi pada pintu, jendela, dan dinding serta pecahnya gerabah.

Sementara itu, intensitas III MMI dirasakan di Kota Sarmi, dengan getaran yang terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk melintas.

Di Kota Burmeso, guncangan mencapai II–III MMI, sedangkan di Kota Kobakma dan Kota Elelim dirasakan pada skala II MMI, di mana hanya sebagian orang merasakan getaran, dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Hingga pukul 03.45 WIB, BMKG mencatat, telah terjadi enam gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M4,0.

BMKG menyatakan, akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan, dan menyampaikan pembaruan informasi kepada pemerintah maupun masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi,” tegas Wijayanto. (opy)