Kemarau Makin Menguat, BMKG Minta Warga Siaga Karhutla dan Cuaca Ekstrem
BMKG memprediksi kemarau semakin dominan di Indonesia, tetapi hujan, angin kencang, dan potensi karhutla masih perlu diwaspadai hingga 27 Juli 2026.

HALLONEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi cuaca kering memasuki dasarian III Juli 2026. Namun sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan intensitas sedang disertai angin kencang.
BMKG mencatat sekitar 76,54 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah. Sementara wilayah dengan curah hujan kategori menengah mencapai 23,36 persen, sedangkan kategori tinggi hanya sekitar 0,09 persen.
“Kondisi kering diprediksi meluas di sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga beberapa wilayah Papua,” tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/7/2026).
BMKG menjelaskan, dominasi cuaca kering masih dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang hingga kini tetap berada pada kategori signifikan.
Data iklim menunjukkan nilai mingguan indeks Nino 3.4 masih berada di angka +1,47, sedangkan rata-rata Southern Oscillation Index (SOI) selama 30 hari terakhir tercatat -29,6.
Kedua indikator tersebut menunjukkan El Nino masih aktif dan diperkirakan bertahan pada kategori kuat sepanjang tahun ini. Meski demikian, kondisi atmosfer di Indonesia masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.
BMKG menyebut aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) mulai bergerak ke wilayah Indonesia bagian selatan. Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi melintasi sebagian Sumatra dan Kalimantan, sedangkan Gelombang Kelvin masih aktif di Kalimantan dan Sulawesi.
Di saat yang sama, sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua diperkirakan semakin menguat sehingga meningkatkan peluang pembentukan awan hujan di beberapa daerah.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan 24-27 Juli 2026
Untuk periode 240-27 Juli 2026, BMKG memperkirakan cuaca di Indonesia secara umum cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di:
– Aceh
– Sumatera Barat
– Riau
– Kepulauan Riau
– Bengkulu
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Utara
– Sulawesi Tengah
– Papua Pegunungan
– Papua
Selain hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang di sejumlah wilayah, antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski hujan masih berpeluang turun di beberapa daerah. Memasuki puncak musim kemarau, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan meningkat seiring kondisi udara kering dan munculnya titik panas.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah di area yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan.
Di sisi lain, BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai cuaca ekstrem yang dapat muncul secara lokal. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi menyebabkan pohon tumbang, baliho roboh, genangan, hingga gangguan aktivitas. (dul)
