Pemkot Bogor Kembangkan Museum Pajajaran Jadi Destinasi Wisata Edukasi Bertaraf Internasional

Pemkot Bogor mempercepat pengembangan Museum Pajajaran di Batutulis dengan penambahan koleksi bersejarah dan revitalisasi senilai Rp13,5 miliar menuju standar Museum Nasional.

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:30 WIB
Pemkot Bogor Kembangkan Museum Pajajaran Jadi Destinasi Wisata Edukasi Bertaraf Internasional
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus. (Hallonews/yopy)

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mengembangkan Museum Pajajaran di kawasan Batutulis sebagai pusat pelestarian sejarah, budaya, dan peradaban Sunda.

Pengembangan dilakukan melalui peningkatan fasilitas, penambahan koleksi bersejarah, hingga revitalisasi kawasan agar museum menjadi destinasi wisata edukasi bertaraf internasional.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus mengatakan, pengembangan Museum Pajajaran merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga warisan sejarah yang menjadi identitas masyarakat Bogor dan Jawa Barat.

“Sebagai ikon penting bagi masyarakat Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan Museum Pajajaran ini menjadi sarana edukasi yang menginspirasi bagi generasi masa depan,” ujar Firdaus, dikutip wartawan media ini Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, penataan kawasan Batutulis dilakukan secara bertahap. Program tersebut diawali dengan renovasi cungkup Prasasti Batutulis, dilanjutkan penyelenggaraan Pameran Jejak Batutulis bersama Kementerian Kebudayaan, hingga pembukaan ruang pamer yang kini menampilkan 103 koleksi benda bersejarah.

Firdaus menjelaskan, koleksi museum berasal dari berbagai sumber, terdiri atas 50 benda hibah masyarakat dan kolektor independen, 34 koleksi dari Kementerian Kebudayaan, serta 19 koleksi milik Pemerintah Kota Bogor.

Museum Pajajaran juga akan diperkuat dengan koleksi hibah dari keluarga maestro pelukis Indonesia, Basuki Abdullah.

Koleksi tersebut mencakup lukisan Bung Karno, lukisan Prabu Siliwangi, arca peninggalan Kerajaan Tarumanegara, golok berukuran besar, hingga tongkat Prabu Siliwangi.

Seluruh koleksi itu nantinya akan ditempatkan di Ruang Siliwangi sebagai salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.

Selain itu, Disparbud Kota Bogor tengah menjalin kerja sama dengan Keraton Sumedang Larang untuk menghadirkan replika pusaka Kerajaan Sunda sebagai pelengkap koleksi museum.

Dalam pengembangan jangka menengah, Pemkot Bogor menargetkan Museum Pajajaran memenuhi standar Museum Nasional dalam dua tahun ke depan.

Target tersebut didukung pemerintah pusat melalui bantuan anggaran sebesar Rp13,5 miliar yang dijadwalkan mulai direalisasikan pada September hingga Oktober 2026.

“Komitmen Pemkot Bogor dalam merevitalisasi kawasan heritage ini mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Proposal alokasi anggaran yang diajukan Disparbud Kota Bogor secara resmi disetujui oleh Kementerian Kebudayaan dengan mengucurkan dana bantuan sebesar Rp13,5 miliar,” kata Firdaus.

Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk penataan interior ruang pamer, peningkatan sistem keamanan museum, pembangunan menara pengawas, serta pembangunan pagar pembatas kawasan guna melindungi koleksi bersejarah.

Firdaus menegaskan, Museum Pajajaran diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran mengenai sejarah dan peradaban Sunda yang mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

“Kami akan jadikan Museum Pajajaran sebagai museum yang memiliki histori fakta masa lalu dan peradaban Sunda hingga masa sekarang. Targetnya, Museum Pajajaran menjadi pusat edukasi dan wisata bertaraf internasional, sehingga menjadi salah satu objek wisata yang membanggakan Kota Bogor,” pungkasnya. (opy)