Gempa M 4,4 Guncang Gayo Lues, Pemicunya Aktivitas Sesar Sumatra Segmen Oreng

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 4,4 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Kamis (23/7/2026) pukul 00.36 WIB

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:14 WIB
OFF
Gempa M 4,4 Guncang Gayo Lues, Pemicunya Aktivitas Sesar Sumatra Segmen Oreng
Gempa bumi tektonik landa wilayah Aceh. (Foto: Humas BMKG for hallonews)

HALLONEWS.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 4,4 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Kamis (23/7/2026) pukul 00.36 WIB.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I, Dr. Hendro Nugroho, ST., M.Si., mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki magnitudo 4,4 dengan episenter berada di koordinat 4,15° LU dan 97,44° BT, sekitar 21 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada kedalaman 5 kilometer.

Menurut Hendro, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Besar Sumatra pada Segmen Oreng.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra pada Segmen Oreng,” ujar Hendro, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan di wilayah Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, dengan intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti ada truk besar yang melintas.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas II MMI dirasakan di Kuta Cane, Kabupaten Aceh Tenggara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Langsa, dan Aceh Timur.

Pada tingkat ini, getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

BMKG memastikan hingga saat ini belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun dampak signifikan lainnya akibat gempa tersebut.

Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 01.03 WIB juga menunjukkan belum terjadi gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Warga juga diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut. (opy)