Program Sekolah Gratis Bantu Buruh Harian Wujudkan Pendidikan Anak

Program Sekolah Gratis yang dijalankan Pemprov Banten meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses pendidikan.

Senin, 20 Juli 2026 - 9:40 WIB
Program Sekolah Gratis Bantu Buruh Harian Wujudkan Pendidikan Anak
Marwannudin (kiri), buruh harian lepas asal Cidangiang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, memiliki harapan baru ketika anaknya masuk program sekolah gratis (Foto: Biro Adpim Prov Banten)

HALLONEWS.ID – Program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses pendidikan.

Manfaat program itu dirasakan Marwannudin (46), buruh harian lepas asal Cidangiang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, yang kini dapat menyekolahkan putra semata wayangnya, Muchtar Febriansyah, di SMK swasta tanpa terbebani biaya.

Marwannudin mengaku sempat khawatir setelah putranya, Muchtar Febriansyah, tidak diterima di SMKN 2 Pandeglang melalui jalur reguler. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, ia dan istrinya sempat bingung memikirkan biaya pendidikan apabila harus melanjutkan sekolah di swasta.

“Awalnya kami sempat berdebat karena memikirkan biaya sekolah. Tetapi saya melihat informasi di media sosial tentang Program Sekolah Gratis untuk sekolah swasta dari Pemerintah Provinsi Banten. Setelah tahu ada program itu, saya merasa sangat senang dan terbantu,” ujar Marwannudin saat ditemui di SMK PGRI 1 Pandeglang, Kamis (16/7/2026).

Marwannudin menegaskan pendidikan anak tetap menjadi prioritas meski penghasilannya sebagai buruh harian tidak menentu.

“Dia anak satu-satunya dan menjadi harapan keluarga. Pendidikan akan selalu saya perjuangkan,” kata Marwannudin dikutip dari infopublik.id.

Menurut Marwannudin, tanpa Program Sekolah Gratis beban ekonomi keluarganya akan semakin berat.

“Kalau program ini tidak ada, tentu sangat berat. Untuk kebutuhan di rumah saja saya harus berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari. Tetapi untuk pendidikan anak, saya pasti akan mengutamakannya,” ujar dia.

Marwannudin juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Banten Andra Soni atas kebijakan tersebut.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur Andra Soni atas Program Sekolah Gratis ini. Program ini sangat membantu masyarakat seperti saya. Saya berharap program ini terus berlanjut karena masih banyak anak-anak yang ingin sekolah, tetapi terkendala biaya maupun tidak mendapatkan kuota di sekolah negeri,” kata dia.

Sementara itu, Muchtar Febriansyah kini resmi menjadi siswa kelas X Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMK PGRI 1 Pandeglang. Ia mengaku sempat khawatir membebani orang tuanya ketika harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

“Saya sempat bertanya kepada orang tua, apakah sanggup membayar biaya sekolah di swasta. Alhamdulillah ada Program Sekolah Gratis sehingga saya bisa melanjutkan sekolah,” ujar dia.

Muchtar memilih SMK PGRI 1 Pandeglang karena memiliki jurusan yang sesuai dengan minatnya. Sebelumnya, saat bersekolah di SMP Negeri 1 Majasari, ia aktif mengikuti kegiatan Pramuka dan Rampak Bedug.

Sebagai bentuk rasa syukur, Muchtar bertekad belajar lebih giat dan meraih prestasi.

“Saya senang dengan adanya Program Sekolah Gratis ini. Terima kasih kepada Pak Gubernur Andra Soni. Saya akan belajar lebih sungguh-sungguh, rajin sekolah, dan berusaha meraih prestasi yang lebih baik,” kata dia.

Program Sekolah Gratis SMA, SMK, dan SKh swasta yang dijalankan Pemprov Banten menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan anak-anak Banten tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. (gaa)