DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta Latih 168 Warga SD Muhammadiyah Kalipakem I Hadapi Gempa Bumi

DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar pelatihan mitigasi bencana dan simulasi gempa di SD Muhammadiyah Kalipakem I yang diikuti 168 guru, karyawan, dan siswa.

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:30 WIB
DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta Latih 168 Warga SD Muhammadiyah Kalipakem I Hadapi Gempa Bumi
Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar kegiatan mitigasi bencana, simulasi, dan evakuasi gempa bumi. (Dompet Dhuafa for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar kegiatan mitigasi bencana, simulasi, dan evakuasi gempa bumi di SD Muhammadiyah Kalipakem I, Yogyakarta, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi.

Sebanyak 168 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 15 guru dan karyawan serta 153 peserta didik. Selama satu hari, mereka mendapatkan pembekalan mengenai langkah-langkah penyelamatan diri, praktik simulasi, hingga evaluasi sistem kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

Perwakilan DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta, Raditya Wicaksono, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik dan edukasi kepada peserta didik.

“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya siaga bencana di lingkungan sekolah melalui penguatan kapasitas guru dan edukasi kepada peserta didik mengenai langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana,” ujar Raditya.

Dalam pelatihan tersebut, guru dan karyawan dibekali materi pertolongan pertama, pengenalan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul, serta pembagian tugas ketika terjadi keadaan darurat. Mereka juga mengikuti simulasi sebagai tim penolong dan tim evakuasi.

Skenario simulasi menggambarkan situasi gempa bumi dengan dua korban. Satu korban mengalami cedera di bagian kepala, sementara korban lainnya mengalami patah tulang pada kaki dan tangan.

Tim penolong memberikan pertolongan pertama sesuai prosedur sebelum kedua korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju lokasi yang aman.

Sementara itu, para siswa mendapatkan edukasi mengenai tindakan yang harus dilakukan saat gempa bumi terjadi. Mereka dilatih untuk tetap tenang, melindungi diri, mengikuti arahan guru, bergerak melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan, dan berkumpul di titik kumpul secara tertib hingga kondisi dinyatakan aman.

Menurut DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta, simulasi ini juga menjadi sarana untuk mengukur kesiapan seluruh warga sekolah sekaligus mengevaluasi efektivitas jalur evakuasi, pembagian tugas petugas, kecepatan penanganan korban, dan koordinasi selama proses evakuasi berlangsung.

Melalui kegiatan ini, DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung pengurangan risiko bencana di lingkungan pendidikan. Sekolah diharapkan memiliki sistem kesiapsiagaan yang baik sehingga mampu merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dengan pelatihan dan simulasi tersebut, SD Muhammadiyah Kalipakem I diharapkan semakin siap mewujudkan lingkungan belajar yang aman, tangguh, serta memiliki budaya siaga bencana demi melindungi seluruh warga sekolah apabila terjadi bencana.(adv)