DPRD DKI Dorong Optimalisasi Fasilitas Relawan Kebencanaan

Relawan Kebencanaan perlu memdapat dukungan antara lain peralatan keselamatan dan sarana komunikasi.

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:30 WIB
DPRD DKI Dorong Optimalisasi Fasilitas Relawan Kebencanaan
Ilustrasi relawan kebencanaan. Foto: Humas Setwan DPRD for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Relawan kebencanaan di Jakarta berperan penting sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi, evakuasi, hingga penanganan pascabencana.

Karena itu, keberadaan relawan perlu dapat dukungan fasilitas memadai. Antara lain, peralatan keselamatan, sarana komunikasi, kendaraan operasional, serta pelatihan berkelanjutan.

Dengan demikian, relawan kebencanaan dapat bekerja secara cepat, tepat, dan efektif. Khususnya pada saat terjadi keadaan darurat.

Penguatan fasilitas pendukung juga menjadi investasi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan Jakarta dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Karena itu, Komisi A DPRD DKI Jakarta mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan dukungan bagi relawan kebencanaan di tingkat wilayah.

Anggota Komisi A Dadiyono menilai, relawan kebencanaan memiliki peran penting saat kondisi darurat di lingkungan warga.

Relawan kerap menjadi unsur terdepan membantu masyarakat. Terutama di wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi. Seperti ketika terjadi banjir, para relawan langsung terjun membantu warga.

Relawan membutuhkan perlengkapan dasar. Antara lain, jaket pelampung, sepatu bot, dan alat pelindung saat evakuasi.

“Relawan kebencanaan ini harus difasilitasi. Jangan sampai relawan justru ikut menjadi korban,” ujar Dadiyono.

Menurut dia, dukungan terhadap relawan tidak cukup hanya melalui pembentukan kelompok tangguh bencana. Pemprov DKI perlu memastikan relawan memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai.

BPBD DKI Jakarta perlu memperhatikan kebutuhan relawan yang berasal dari unsur masyarakat, Karang Taruna, dan komunitas warga. Keberadaan relawan bergerak lebih cepat sebelum bantuan resmi tiba di lokasi.

Dadiyono berharap, kebutuhan relawan kebencanaan dapat masuk dalam perencanaan program. Dengan begitu, relawan dapat bekerja lebih aman saat terjadi bencana.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, sebanyak 3.000 jaket pelampung telah terdistribusi melalui kelurahan rawan banjir.

Hanya saja, bantuan sepatu bot untuk relawan belum masuk anggaran 2025. Kini, kebutuhan para relawan sudah dan menjadi catatan untuk perencanaan berikutnya.

Posko Terpadu

Ketua Komisi A Inggard Joshua mengungkapkan, koordinasi lintas perangkat daerah sangat penting dalam penanganan bencana.

BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Satpol PP, hingga unsur kewilayahan harus bergerak dalam sistem yang terkoordinasi.

“Harus ada posko terpadu. BPBD punya relawan, Gulkarmat punya relawan, Satpol PP juga ada di wilayah. Ini harus disinkronkan,” tandas Inggard.

Posko terpadu bertujuan untuk pembagian tugas di lapangan lebih jelas. Seluruh unsur di wilayah harus memiliki pola kerja terukur saat menghadapi kondisi darurat. (ADV)