Pakar Gizi IPB: Durian Bukan Penyebab Langsung Kolesterol Tinggi

Dosen IPB University Prof Ali Khomsan menegaskan durian tidak secara langsung menyebabkan kolesterol tinggi pada orang sehat. Konsumsi secukupnya justru dapat bermanfaat.

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:00 WIB
Pakar Gizi IPB: Durian Bukan Penyebab Langsung Kolesterol Tinggi
Durian matang siap dijual di toko buah. Foto: Hallonews/Yopy Doroh

HALLONEWS.ID – Buah durian sering kali dianggap sebagai salah satu pemicu meningkatnya kadar kolesterol karena kandungan lemak yang dimilikinya. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Prof Ali Khomsan, menjelaskan bahwa durian bukan penyebab langsung kolesterol tinggi bagi individu yang memiliki kondisi kesehatan normal.

Dalam program IPB Pedia yang ditayangkan melalui kanal YouTube IPB TV, Prof Ali mengungkapkan bahwa durian merupakan buah dengan kandungan gizi yang cukup lengkap.

Selain karbohidrat dan serat, durian juga mengandung vitamin C, kalium, gula alami, serta lemak tak jenuh yang lazim ditemukan pada berbagai bahan pangan nabati.

Menurutnya, seseorang yang sehat tidak perlu khawatir berlebihan saat mengonsumsi durian dalam jumlah yang wajar.

“Bagi orang yang sehat, durian tidak serta-merta menyebabkan kolesterol tinggi. Namun, bagi mereka yang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi, konsumsi durian tetap perlu dibatasi dan diperhatikan porsinya,” ujar Prof Ali dikutip wartawan media ini Rabu (3/6/2026).

Prof Ali menegaskan bahwa peningkatan kadar kolesterol umumnya terjadi akibat pola makan yang tidak seimbang dalam waktu yang lama.

Kondisi tersebut dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap dampak berbagai jenis makanan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung koroner.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk tetap memperhatikan pola makan secara keseluruhan, bukan hanya berfokus pada satu jenis makanan tertentu.

Selain isu kolesterol, sebagian masyarakat juga mengeluhkan sensasi pusing atau sakit kepala setelah mengonsumsi durian.
Menurut Prof Ali, kondisi tersebut tidak berkaitan langsung dengan kadar kolesterol.

Ia menjelaskan bahwa kandungan gula, kalium, serat, dan lemak dalam durian dapat memicu rasa tidak nyaman atau pusing pada sebagian orang yang memiliki sensitivitas tertentu.

Durian juga dikenal sebagai buah yang bersifat hipertermik, yaitu dapat menimbulkan sensasi panas pada tubuh setelah dikonsumsi dalam jumlah tertentu.

Agar tetap memperoleh manfaat gizi tanpa menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, Prof Ali menyarankan konsumsi durian sekitar 100 gram daging buah per hari.

Selain memiliki cita rasa khas, durian juga merupakan sumber vitamin C yang baik. Selama ini masyarakat lebih mengenal jeruk sebagai sumber vitamin C utama, padahal sejumlah buah lokal lainnya seperti jambu biji, pepaya, dan durian juga memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi.

Dengan konsumsi yang bijak dan seimbang, durian dapat menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa harus dikhawatirkan sebagai penyebab utama kolesterol tinggi. (opy)