Banjir Bandang Terjang Kabupaten Agam, 450 Warga Mengungsi

Banjir bandang menerjang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, di tengah musim kemarau. Sebanyak 90 KK terdampak dan 450 warga sempat mengungsi.

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:16 WIB
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Agam, 450 Warga Mengungsi
Banjir bandang di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (18/7) sekitar pukul 19.45 WIB. Foto/BNPB for Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti banjir bandang yang menerjang Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, di tengah musim kemarau.

Peristiwa ini dinilai sebagai kejadian yang tidak biasa karena mayoritas bencana pada periode saat ini didominasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir bandang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan berintensitas tinggi.

“Terdapat anomali kejadian yaitu banjir bandang di Kabupaten Agam,” kata Abdul Muhari dalam
keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Aam ini, derasnya hujan menyebabkan debit Sungai Batang Tumayo meningkat. Kondisi sungai yang mengalami pendangkalan membuat aliran air meluap hingga menggenangi permukiman warga.

Rekaman video yang diterima BNPB memperlihatkan air berwarna kecokelatan mengalir deras di depan rumah-rumah warga. Sejumlah bangunan turut dimasuki air akibat luapan sungai tersebut.

BNPB mencatat sedikitnya 90 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang tersebut.
Saat banjir mencapai puncaknya, sekitar 450 warga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari derasnya arus air.

Namun, kondisi berangsur membaik beberapa jam kemudian. Menjelang Minggu dini hari, genangan mulai surut sehingga sebagian besar warga dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Ketika kejadian, sebanyak 450 warga mengungsi sementara waktu. Menjelang dini hari banjir dilaporkan berangsur surut dan sebagian pengungsi kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Aam.

Meski banjir telah surut, BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun bencana geologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG serta menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi darurat.

BNPB menegaskan, kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi bencana secara tiba-tiba, termasuk di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. (dul)