5 Provinsi Dilanda Karhutla, BNPB Sebut Bali Jadi Wilayah Terparah
BNPB mencatat karhutla melanda lima provinsi dalam 24 jam terakhir. Bali menjadi wilayah terparah dengan 48 hektare lahan terbakar.

HALLONEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir.
“Sejumlah titik kebakaran dilaporkan terjadi di Bali, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari,” Selasa (21/7/2026).
Data tersebut tercatat berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB periode 20 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 21 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, kebakaran lahan menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi.
“Karhutla terluas tercatat di Kabupaten Buleleng, Bali. Api melalap sekitar 48 hektare vegetasi rerumputan kering di kawasan perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak,” ungkapnya.
Aam menjelaskan, kebakaran yang sempat terlihat dari kawasan Villa Bukit Kursi itu akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, dan unsur terkait lainnya.
Selain di Bali, kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sekitar 3,5 hektare lahan terbakar setelah aktivitas pembersihan lahan memicu api yang tidak terkendali hingga merambat ke kawasan hutan Perhutani.
Berkat penanganan cepat petugas, api berhasil dipadamkan pada hari yang sama. Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran menghanguskan sekitar 2 hektare lahan di kawasan Jalan Pantai Mudong, Desa Padang, Kecamatan Manggar.
Setelah beberapa hari berlangsung, api akhirnya berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, karhutla terjadi di dua wilayah sekaligus, yakni Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
“Total lebih dari 7 hektare lahan semak belukar terbakar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan,” jelasnya.
Kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sekitar 2 hektare lahan di Kecamatan Sanga Sanga terbakar, namun berhasil dipadamkan sehingga api tidak meluas.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca cerah hingga berawan masih mendominasi wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, serta Sumatera bagian timur dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah yang telah lama tidak diguyur hujan.
Karena itu, BNPB meminta pemerintah daerah meningkatkan patroli di kawasan rawan karhutla, memperkuat deteksi dini titik panas, serta menyiagakan personel dan peralatan pemadaman agar kebakaran dapat ditangani sejak dini.
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun menyalakan api di kawasan hutan dan lahan yang mudah terbakar. Warga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (dul)
