Inovasi PT MNR di Museum Zoologicum Bogoriense Tuai Apresiasi Deputi BRIN
Inovasi ruang imersif Immerzoa di Museum Zoologicum Bogoriense Kebun Raya Bogor mendapat apresiasi dari Deputi BRIN sebagai langkah edukasi modern keanekaragaman hayati.

HALLONEWS.ID – Museum Zoologicum Bogoriense di kawasan Kebun Raya Bogor terus menghadirkan inovasi untuk menarik minat masyarakat sekaligus memperkuat peran edukasi mengenai kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.
Di bawah pengelolaan PT Mitra Natura Raya (MNR) yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), museum tersebut menghadirkan Immerzoa, ruang pamer berbasis teknologi imersif yang memberikan pengalaman interaktif dan edukatif bagi pengunjung.
Managing Director PT Mitra Natura Raya Marga Anggrianto mengatakan transformasi tersebut membuat museum tidak lagi sekadar tempat penyimpanan spesimen, tetapi juga menjadi ruang belajar modern.
“Transformasi ini mengubah museum dari sekadar ruang penyimpanan spesimen menjadi ruang immersive dan interaktif yang edukatif bagi pengunjung,” ujarnya di Bogor, Rabu (11/3/2026) malam.
Menurutnya, konsep Immerzoa memadukan teknologi visual dengan narasi edukatif sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman lebih mendalam saat mengenal fauna Nusantara.
Apresiasi dari BRIN
Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN Dadan Moh Nurjaman mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan pengelola museum.
Ia menyebut Museum Zoologicum Bogoriense merupakan salah satu pusat koleksi fauna paling penting di Indonesia.
“Museum ini menyimpan ribuan spesimen satwa yang menjadi sumber pengetahuan penting bagi penelitian keanekaragaman hayati Nusantara,” katanya.
Museum yang telah berdiri lebih dari satu abad tersebut memiliki koleksi fauna yang sangat besar dan beragam.
Di ruang pamer yang dapat diakses publik, terdapat 1.064 jenis satwa dengan sekitar 1.730 spesimen yang ditampilkan, mencakup berbagai kelompok hewan mulai dari serangga, ikan, moluska, amfibi, reptil, burung hingga mamalia.
Koleksi Ilmiah Lebih dari 1,8 Juta Spesimen
Menurut Dadan, jumlah koleksi ilmiah yang dikelola BRIN sebenarnya jauh lebih besar.
Tercatat terdapat lebih dari 1,8 juta spesimen fauna dengan sekitar 489.031 nomor koleksi ilmiah, menjadikannya salah satu koleksi zoologi paling lengkap di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian pengunjung adalah spesimen badak yang diawetkan, yang menjadi ikon ruang pamer mamalia.
Spesimen tersebut bukan hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi mengenai pentingnya konservasi satwa langka.
“Badak termasuk satwa yang populasinya terus menurun akibat kehilangan habitat dan perburuan liar. Kehadiran spesimen ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa,” ujarnya.
Warisan Penelitian sejak 1894
Sejarah museum ini bermula pada 1894, ketika ilmuwan Belanda J. C. Koningsberger mendirikan laboratorium penelitian satwa di kawasan Kebun Raya Bogor.
Seiring perkembangan penelitian zoologi di Nusantara, koleksi spesimen fauna terus bertambah dari berbagai wilayah Indonesia.
Kini, lebih dari satu abad kemudian, museum tersebut tetap menjadi salah satu penjaga penting warisan keanekaragaman hayati Indonesia.
Melalui ribuan koleksi satwa yang dimilikinya, Museum Zoologicum Bogoriense tidak hanya menyimpan sejarah penelitian fauna, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan alam Indonesia.
Acara yang dikemas dalam suasana buka puasa bersama ini juga dihadiri sejumlah pejabat BRIN, di antaranya Sasa Sofyan Munawar dan Chichi Shintia Laksani. (opy)
