Penerimaan Negara Tembus Rp358 Triliun hingga Februari 2026, Pajak Tumbuh 30 Persen

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan negara mencapai Rp358 triliun hingga akhir Februari 2026. Penerimaan pajak menjadi kontributor utama dengan nilai Rp245,1 triliun.

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:24 WIB
Penerimaan Negara Tembus Rp358 Triliun hingga Februari 2026, Pajak Tumbuh 30 Persen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KITA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Foto: Kemenkeu for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia mencatat realisasi penerimaan negara sebesar Rp358 triliun hingga akhir Februari 2026. Angka tersebut tumbuh 12,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp317,4 triliun.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KITA di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurut Purbaya, pertumbuhan penerimaan negara terutama ditopang oleh kinerja penerimaan pajak yang meningkat signifikan.

“Kinerja ini terutama didorong oleh penerimaan perpajakan yang tetap solid. Di dalamnya penerimaan pajak mencapai Rp245,1 triliun dengan pertumbuhan yang sangat kuat yaitu 30,4 persen secara keseluruhan,” ujarnya.

PPN dan PPnBM Melonjak

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak pada Februari melanjutkan tren positif yang sudah terlihat sejak Januari.

Pada Januari 2026, Kemenkeu mencatat pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 30,7 persen secara tahunan.

Jika dirinci, kenaikan paling signifikan berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

“Hingga Februari, kedua jenis pajak tersebut meningkat 97,2 persen secara tahunan dan menyumbang Rp85,9 triliun atau sekitar 35,05 persen dari total penerimaan pajak,” kata Suahasil.

Ia menjelaskan bahwa PPN dan PPnBM merupakan pajak yang muncul dari transaksi di sektor formal, sehingga kenaikan penerimaannya mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus berjalan.

“Kalau ada transaksi dan PPN dibayar, ini menunjukkan bahwa di perekonomian kita transaksi berjalan terus. Artinya kegiatan ekonomi juga terus berlangsung,” jelasnya.

Belanja Negara Dipacu di Awal Tahun

Selain penerimaan negara yang meningkat, pemerintah juga mempercepat realisasi belanja negara pada awal tahun.

Hingga akhir Februari 2026, belanja negara tercatat mencapai Rp493,8 triliun, meningkat 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Suahasil, percepatan belanja tersebut merupakan strategi pemerintah untuk meratakan pola pengeluaran sepanjang tahun sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun.

“Nah, ini yang memberikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal I nanti bisa terdorong lebih kuat dengan belanja negara yang lebih cepat,” tandasnya. (agn)

,