Prabowo: Danantara Diberi Mandat Kelola Kekayaan Negara, Kini Masuk 10 Besar SWF Dunia

Presiden Prabowo menegaskan Danantara Indonesia diberi mandat mengelola kekayaan nasional. Dalam satu tahun, lembaga ini sudah masuk 10 besar sovereign wealth fund dunia.

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:00 WIB
Prabowo: Danantara Diberi Mandat Kelola Kekayaan Negara, Kini Masuk 10 Besar SWF Dunia
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Foto: Setpres for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara Indonesia memiliki mandat strategis untuk mengelola sekaligus menjaga kekayaan nasional demi kepentingan jangka panjang bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dalam sambutannya, kepala negara menegaskan bahwa Danantara dibentuk sebagai lembaga yang mengonsolidasikan berbagai aset negara agar dapat dikelola secara profesional dan produktif.

“Lembaga ini diberikan mandat penting untuk mengelola serta mengatur kekayaan negara secara profesional,” ujar Prabowo.

Masuk 10 Besar “Sovereign Wealth Fund” Dunia

Presiden mengungkapkan bahwa dalam waktu satu tahun sejak berdiri, Danantara telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Menurutnya, lembaga tersebut kini telah berada dalam jajaran 10 besar sovereign wealth fund (SWF) di dunia, sejajar dengan dana investasi negara dari berbagai ekonomi besar.

“Kita juga bersyukur bahwa manajemen satu tahun ini sudah membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik, dengan pengelolaan yang baik, terutama dengan political will yang benar, hasil sudah kelihatan,” kata Prabowo.

“Return on Asset” Naik 300 Persen

Prabowo juga menyampaikan bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai capaian kinerja Danantara sepanjang tahun pertama operasionalnya.

Berdasarkan laporan tersebut, tingkat pengembalian aset atau “return on asset” (RoA) lembaga itu meningkat lebih dari 300 persen.

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa pencapaian tersebut belum menjadi titik akhir. Manajemen Danantara masih harus meningkatkan efisiensi dan keuntungan dari aset yang dikelola.

Ia mencontohkan bahwa perusahaan yang tergolong sehat umumnya mampu menghasilkan return on asset sekitar 10 hingga 15 persen.

Karena itu, Danantara diharapkan minimal dapat mencapai RoA sebesar 10 persen.

“Kita mengerti mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa maksimal. Tapi kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus mengembalikan ke negara sekitar 50 miliar dolar AS setiap tahun, atau sekitar Rp800 triliun,” ujar Prabowo.

Diminta Tidak Cepat Puas

Di akhir sambutannya, Presiden memberikan apresiasi terhadap kinerja Danantara selama tahun pertama beroperasi.

Namun ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri karena masih banyak target besar yang harus dicapai dalam pengelolaan kekayaan nasional.

“Selamat untuk Danantara. Tahun pertama saudara-saudara telah menunjukkan prestasi yang baik,” kata Prabowo.

Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai pihak di luar negeri memberikan kesan positif terhadap kinerja lembaga tersebut.

“Setiap mereka bertemu dengan tim Danantara, mereka terkesan. Mereka melihat wajah bangsa Indonesia,” tandasnya. (agn)