Kekeringan Melanda Sejumlah Wilayah Bogor, Warga Andalkan Sungai dan PDAM untuk Kebutuhan Air

Musim kemarau yang berlangsung lebih dari tiga pekan menyebabkan sejumlah wilayah di Bogor mengalami kekeringan. Warga terpaksa memanfaatkan sungai dan memasang sambungan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB
Kekeringan Melanda Sejumlah Wilayah Bogor, Warga Andalkan Sungai dan PDAM untuk Kebutuhan Air
musim kemarau panjang di Bogor, akibatkan sumur kering. (Foto: Hallonews)

HALLONEWS.ID – Musim kemarau yang telah berlangsung lebih dari tiga pekan di wilayah Bogor mulai menimbulkan dampak serius bagi masyarakat.

Sejumlah daerah dilaporkan mengalami kekeringan akibat menurunnya debit air sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga.

Di beberapa lokasi, warga terpaksa mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Selain mengandalkan sumur yang tersisa, sebagian warga memanfaatkan aliran sungai untuk kegiatan mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi lainnya.

Salah satu kondisi tersebut terlihat di Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Warga setempat mulai menggunakan aliran Sungai Cileungsi karena sumur-sumur di lingkungan mereka mengalami penurunan debit air bahkan mulai mengering.

Entis (47), warga setempat, mengatakan kondisi sumur di rumahnya mulai memburuk sejak sepekan terakhir.

Air yang sebelumnya masih bisa digunakan kini semakin sedikit dan kualitasnya menurun.

“Sejak beberapa hari lalu debit air sumur terus berkurang. Saat ditimba, airnya sudah tidak jernih karena ember menyentuh dasar sumur yang berlumpur. Sekarang airnya hampir habis,” ujar Entis, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut memaksa keluarganya memanfaatkan aliran Sungai Cileungsi untuk mencuci pakaian dan kebutuhan MCK lainnya meskipun kualitas air sungai juga tidak dalam kondisi ideal.

“Air sungainya juga tidak terlalu bersih, tetapi kami tidak punya pilihan lain. Pakaian sudah banyak yang harus dicuci. Mudah-mudahan hujan segera turun agar kondisi ini tidak semakin parah,” katanya.

Kondisi serupa juga dirasakan warga di wilayah Bogor Utara, Kota Bogor. Menurunnya ketersediaan air tanah membuat sejumlah warga memilih memasang sambungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yuni, salah seorang warga, mengaku keluarganya terpaksa beralih menggunakan layanan PDAM karena sumur di rumah sudah tidak lagi menghasilkan air yang layak digunakan.

“Kami akhirnya memasang PDAM karena sumur sudah hampir tidak ada airnya. Kalaupun masih ada, kondisinya keruh dan tidak bisa digunakan untuk memasak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas air sumur yang menurun juga berdampak pada aktivitas mencuci pakaian.

Air yang keruh menyebabkan pakaian, termasuk seragam sekolah anaknya, menjadi kusam dan belang setelah dicuci.

Warga berharap hujan segera turun dalam waktu dekat sehingga ketersediaan air bersih kembali normal dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan tanpa kendala.

Kondisi kemarau yang berkepanjangan dikhawatirkan akan memperluas wilayah terdampak kekeringan jika tidak segera diikuti curah hujan yang memadai. (opy)