Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji: Jangan Simpan Air Zamzam di Koper, Bisa Hambat Kepulangan
Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan jemaah haji Indonesia agar menjaga paspor, mematuhi batas bagasi, dan tidak membawa air zamzam di koper demi kelancaran proses pemulangan dari Arab Saudi.

HALLONEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi jemaah haji Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah larangan membawa air zamzam di dalam koper, baik bagasi maupun kabin, karena dapat menghambat proses pemulangan.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan kepatuhan terhadap aturan perjalanan sangat penting agar proses kepulangan jemaah dari Arab Saudi berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Selain mengingatkan soal barang bawaan, Maria meminta seluruh jemaah untuk menjaga dokumen perjalanan, terutama paspor, selama berada di Arab Saudi hingga tiba di Indonesia.
“Paspor merupakan dokumen yang sangat penting. Jemaah diimbau menyimpannya di tempat yang aman, mudah dijangkau, dan selalu dalam pengawasan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).
Apabila paspor hilang, jemaah diminta segera melapor kepada ketua kloter atau petugas haji agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur tanpa mengganggu jadwal kepulangan.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk mematuhi ketentuan barang bawaan yang ditetapkan maskapai penerbangan. Setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram dan satu koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram.
Maria menegaskan jemaah tidak boleh lagi menambahkan barang ke dalam koper yang telah ditimbang dan diserahkan kepada petugas karena dapat mengganggu proses distribusi bagasi.
Perhatian khusus diberikan terhadap larangan membawa air zamzam di dalam koper.
Menurut Maria, aturan tersebut diterapkan untuk mempercepat pemeriksaan keamanan di bandara serta mencegah keterlambatan pengiriman bagasi.
Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya, banyak koper harus dibongkar karena ditemukan berisi air zamzam. Kondisi tersebut membuat proses pemeriksaan berlangsung lebih lama dan berdampak pada kelancaran pemulangan jemaah lainnya.
“Kami mengimbau jemaah untuk tidak menyimpan air zamzam di koper bagasi maupun kabin karena dapat menghambat proses pemeriksaan dan distribusi barang,” katanya.
Meski demikian, jemaah tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan membawa air zamzam ke Tanah Air. Pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi resmi bagi seluruh jemaah Indonesia.
Setiap jemaah akan menerima satu galon air zamzam berkapasitas lima liter yang akan dibagikan di masing-masing debarkasi setelah tiba di Indonesia.
Selain menyampaikan informasi mengenai pemulangan, Kemenhaj juga mengumumkan bahwa pergerakan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah akan dimulai pada Minggu (7/6/2026).
Maria mengimbau jemaah mempersiapkan perjalanan dengan baik dan membawa barang secukupnya agar proses mobilisasi berjalan lancar.
Menurutnya, barang bawaan yang berlebihan tidak hanya menyulitkan jemaah sendiri, tetapi juga dapat memperlambat proses pengangkutan bagasi, distribusi akomodasi, hingga layanan transportasi yang telah disiapkan bagi seluruh rombongan.
Dengan mematuhi seluruh ketentuan perjalanan, Kemenhaj berharap proses perpindahan jemaah di Arab Saudi hingga kepulangan ke Indonesia dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
(agn)
