Khamenei Tewas, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung dan 7 Hari Libur Nasional

Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan AS–Israel di Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Iran menetapkan 40 hari berkabung nasional, sementara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu menyebut kematian itu sebagai hasil operasi militer besar.

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:23 WIB
Khamenei Tewas, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung dan 7 Hari Libur Nasional
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Teheran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID — Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Teheran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Konfirmasi tersebut disampaikan media pemerintah Iran pada Minggu, 1 Maret 2026, setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan kematian itu melalui media sosial.

Televisi pemerintah Iran juga mengumumkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur nasional atas wafatnya pemimpin berusia 86 tahun tersebut.

Trump menyatakan pada Sabtu malam, 28 Februari 2026 waktu Washington, bahwa Khamenei telah meninggal dunia.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump di Truth Social.

Trump mengatakan bahwa laporan kematian Khamenei “kami rasa benar” dan menyebut banyak pemimpin tertinggi Iran telah tiada.

“Kita tidak tahu semuanya, tetapi sebagian besar memang begitu,” kata Trump. “Orang-orang yang membuat semua keputusan, sebagian besar dari mereka sudah pergi.”

Ketika ditanya siapa yang akan mengambil alih kekuasaan di Teheran, Trump menjawab dengan nada bercampur sarkasme: “Saya tidak tahu, tetapi suatu saat mereka akan menghubungi saya untuk menanyakan siapa yang saya inginkan.”

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu malam mengatakan ada “banyak tanda” bahwa Khamenei telah meninggal.

“Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung kota Teheran… dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi,” ujar Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Media Israel Channel 12 melaporkan bahwa foto jenazah Khamenei diperlihatkan kepada Netanyahu setelah ditemukan di reruntuhan kediamannya. Seorang pejabat senior Israel juga membagikan informasi serupa kepada media internasional.

Sejumlah Pejabat Senior Iran Turut Tewas

Militer Israel menyatakan tujuh pejabat senior Iran tewas dalam serangan tersebut, termasuk kepala Garda Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Mohammad Pakpour.

Menurut juru bicara militer Israel Brigadir Jenderal Effie Defrin, korban lain termasuk penasihat senior Khamenei Ali Shamkhani dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.

IRGC selama ini berada di bawah sanksi berat Amerika Serikat dan Uni Eropa serta bertanggung jawab langsung kepada pemimpin tertinggi Iran.

Reaksi di Teheran: Duka dan Sorak Sorai

Menariknya, suasana di Teheran pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, dilaporkan bercampur antara duka dan perayaan. Ribuan orang berkumpul untuk berkabung, namun saksi mata juga melaporkan sorak sorai terdengar di beberapa wilayah kota.

Beberapa warga disebut bertepuk tangan dan memutar musik perayaan setelah laporan kematian Khamenei beredar sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Serangan yang menewaskan Khamenei memicu respons cepat dari Iran. Pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 1 Maret 2026, Teheran meluncurkan rentetan rudal dan drone yang membuat warga di berbagai kota Timur Tengah berlarian mencari perlindungan.

Drone dilaporkan menyerang target sipil di Bahrain dan Uni Emirat Arab. Sirene peringatan berbunyi di sejumlah kota Israel, sementara pangkalan militer AS di kawasan meningkatkan status siaga.

Riwayat Kepemimpinan Khamenei

Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada 1989 setelah wafatnya Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran.

Ia memainkan peran penting dalam Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi. Sebagai panglima tertinggi Iran, Khamenei memiliki otoritas final atas kebijakan negara dan urusan keagamaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia memimpin penindakan keras terhadap demonstrasi domestik dan menyatakan Iran siap membalas setiap serangan dari Amerika Serikat.

Sebelum konfirmasi resmi, media pemerintah Iran sempat membantah laporan kematian tersebut dengan mengutip sumber dekat kantor Khamenei yang menyebut ia masih “memegang kendali penuh.”

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga mengatakan pada Sabtu sore bahwa Khamenei masih hidup “sejauh yang saya ketahui.”

Namun pada Minggu, 1 Maret 2026, televisi pemerintah akhirnya mengonfirmasi wafatnya pemimpin tertinggi tersebut.

Dengan wafatnya figur sentral Republik Islam Iran dan tewasnya sejumlah pejabat tinggi militer, Timur Tengah kini memasuki fase yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dunia menunggu bagaimana transisi kekuasaan di Teheran berlangsung, dan apakah eskalasi militer akan semakin meluas dalam beberapa hari mendatang. (ren)