Mantan Menteri Energi Ukraina Didakwa Cuci Uang Rp1,58 Triliun, Ditangkap saat Kabur

Mantan Menteri Energi Ukraina, Herman Halushchenko, ditangkap dan didakwa mencuci uang Rp1,58 triliun dalam skandal korupsi Energoatom. NABU sebut dana dikirim ke luar negeri lewat investasi fiktif.

Senin, 16 Februari 2026 - 19:44 WIB
Mantan Menteri Energi Ukraina Didakwa Cuci Uang Rp1,58 Triliun, Ditangkap saat Kabur

HALLONEWS.ID-Skandal korupsi besar mengguncang pemerintahan Ukraina. Mantan Menteri Energi Herman Halushchenko resmi didakwa mencuci uang senilai lebih dari Rp1,58 triliun dan terlibat dalam organisasi kriminal internasional yang menggarap proyek di perusahaan tenaga nuklir milik negara, Energoatom.

Penangkapan Halushchenko dilakukan oleh Biro Antikorupsi Nasional Ukraina atau National Anti-Corruption Bureau of Ukraine (NABU) saat ia mencoba meninggalkan Ukraina pada Minggu (15/2/2026). Ia kini menjadi tersangka utama dalam “Kasus Midas”, penyelidikan korupsi yang menyeret pejabat tinggi, kontraktor, dan pengusaha dekat lingkar kekuasaan.

“Mantan menteri energi (2021–2025) diduga melakukan pencucian uang dan menjadi bagian dari organisasi kriminal,” tulis NABU dalam pernyataannya bersama Kantor Kejaksaan Khusus Antikorupsi atau Specialized Anti-Corruption Prosecutor’s Office of Ukraine (SAPO), Senin (16/2/2026).

Menurut penyelidikan, jaringan tersebut membentuk dana investasi di Pulau Anguilla pada Februari 2021 untuk mengumpulkan dana sekitar €118 juta. Keluarga Halushchenko disebut sebagai salah satu “investor”, dengan lebih dari €8,8 juta (sekitar Rp139 miliar) mengalir ke rekening mereka.

Sebagian uang itu ditarik dalam bentuk 1,3 juta franc Swiss dan €2,4 juta tunai, lalu dikirim ke Swiss untuk membiayai pendidikan anak-anak Halushchenko dan disimpan di rekening mantan istrinya. Sisa dana disebut digunakan untuk “penghasilan tambahan keluarga.”

Halushchenko menjabat sebagai Menteri Energi Ukraina dari 2021 hingga 2025 sebelum sempat diangkat menjadi Menteri Kehakiman pada Juli 2025. Pada November tahun lalu, NABU telah menggeledah sejumlah properti miliknya dalam rangka penyelidikan atas dugaan suap dari kontraktor Energoatom.

Biro antikorupsi menuduh kelompok tersebut menerima komisi ilegal 10–15% dari setiap kontrak proyek, termasuk kontrak pembangunan benteng pertahanan energi melawan serangan Rusia. Total dana yang berhasil dicuci diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,58 triliun.

“Faktanya, pengelolaan perusahaan strategis berpendapatan lebih dari €4 miliar per tahun itu dikendalikan oleh pihak luar tanpa otoritas formal,” ungkap NABU dalam laporan penyelidikan.

Halushchenko ditangkap setelah diturunkan dari kereta api di perbatasan dan dibawa ke Kyiv untuk menjalani pemeriksaan intensif. Ia belum memberikan pernyataan publik mengenai tuduhan tersebut.

Penyelidikan ini juga menyingkap nama Timur Mindich, mantan sekutu dekat Presiden Volodymyr Zelenskyy, yang disebut sebagai dalang utama jaringan korupsi Energoatom. NABU memastikan investigasi masih berlanjut dengan kerja sama 15 negara di seluruh dunia untuk menelusuri aliran dana gelap lintas batas. (ren)