Mantan Presiden Bolsonaro Dirawat di ICU Saat Dipenjara, Kondisi Stabil tapi Fungsi Ginjal Menurun

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro dirawat di ICU akibat bronkopneumonia saat menjalani hukuman penjara. Kondisinya stabil namun mengalami penurunan fungsi ginjal.

Minggu, 15 Maret 2026 - 8:30 WIB
Mantan Presiden Bolsonaro Dirawat di ICU Saat Dipenjara, Kondisi Stabil tapi Fungsi Ginjal Menurun
Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (dok Wikipedia)

HALLONEWS.ID – Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah mengalami infeksi paru-paru serius saat masih menjalani masa hukuman penjara.

Rumah sakit DF Star Hospital menyatakan Bolsonaro saat ini dirawat di unit perawatan intensif (ICU) setelah didiagnosis menderita bronkopneumonia, kondisi infeksi paru yang dapat terjadi akibat masuknya cairan atau material dari lambung ke saluran pernapasan.

Dalam pernyataan resminya, pihak rumah sakit menyebut kondisi pria berusia 70 tahun itu relatif stabil, meskipun dokter juga menemukan adanya penurunan fungsi ginjal.

Bolsonaro sebelumnya dilarikan ke rumah sakit pada Jumat setelah mengalami demam tinggi, penurunan saturasi oksigen, berkeringat hebat, serta menggigil.

Belum ada kepastian kapan mantan presiden tersebut akan diperbolehkan kembali ke fasilitas penahanan.

Tokoh politik sayap kanan itu diketahui menjalani hukuman penjara selama 27 tahun setelah dinyatakan bersalah terkait upaya menggagalkan hasil pemilu Brasil 2022.

Ia kalah dalam pemilihan presiden dari rival politiknya, Luiz Inácio Lula da Silva, yang kini kembali menjabat sebagai Presiden Brasil.

Dalam putusannya, pengadilan menyatakan Bolsonaro terlibat dalam upaya merencanakan kudeta untuk membatalkan hasil pemilu.

Tuduhan yang dijatuhkan kepadanya mencakup memimpin organisasi kriminal bersenjata serta mencoba menggulingkan sistem hukum demokratis.

Namun Bolsonaro membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan dirinya tidak bersalah.

Masalah kesehatan yang dialami Bolsonaro disebut berkaitan dengan insiden penusukan yang dialaminya saat kampanye pemilu 2018.

Serangan tersebut menyebabkan luka serius di bagian perut dan membuatnya harus menjalani sejumlah operasi. Sejak saat itu, ia kerap mengalami gangguan kesehatan, termasuk masalah pencernaan, cegukan berkepanjangan, hingga muntah.

Tim kuasa hukumnya sebelumnya sempat mengajukan permohonan agar Bolsonaro diizinkan menjalani tahanan rumah dengan alasan kesehatan. Namun permintaan tersebut ditolak oleh Supreme Federal Court of Brazil.

Meski berada di balik jeruji besi, Bolsonaro masih memiliki pengaruh besar dalam politik Brasil.

Pada Desember lalu, ia bahkan secara terbuka mendukung putranya, Flávio Bolsonaro, untuk maju dalam pemilihan presiden Brasil yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Flavio Bolsonaro mengatakan kondisi ayahnya saat ini stabil meskipun harus kembali menjalani perawatan medis.

Ia juga menyebut keluarganya sudah terbiasa menghadapi situasi tersebut karena ayahnya beberapa kali dirawat di rumah sakit akibat komplikasi dari luka penusukan yang dialami pada 2018.(wib)