Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Tewas, 3 Tentara AS Gugur: Timur Tengah Kian Membara

Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas di tengah eskalasi konflik Iran–AS–Israel. Tiga tentara AS gugur, kapal perang Iran diklaim ditenggelamkan, dan hampir 700 rudal serta drone ditembak jatuh di UEA.

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:03 WIB
Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Tewas, 3 Tentara AS Gugur: Timur Tengah Kian Membara
Mahmoud Ahmadinejad dalam arsip foto saat menjabat sebagai Presiden Iran periode 2005–2013. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID — Krisis Timur Tengah memasuki babak baru setelah mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas, menurut kantor berita Iran. Ahmadinejad, yang menjabat pada 2005–2013 dan dikenal sebagai figur garis keras terhadap Israel dan Barat, menjadi tokoh senior terbaru yang dikabarkan meninggal di tengah eskalasi konflik.

Kabar ini muncul ketika perang terbuka antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat semakin meluas.

Militer AS membantah klaim Iran bahwa mereka berhasil menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln.

“Pesawat Lincoln tidak tertembak. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran,” kata pernyataan resmi militer AS, seperti dikutip dari Sky News, Minggu (1/3/2026).

Kapal induk tersebut disebut tetap meluncurkan pesawat tempur sebagai bagian dari “kampanye tanpa henti” melawan ancaman dari rezim Iran.

Korban Berjatuhan di Israel dan Pasukan AS

Di Israel, sembilan orang tewas di kota Beit Shemesh akibat serangan rudal Iran. Sekitar 40 orang lainnya dilaporkan terluka.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan tiga anggota militer AS tewas dalam pertempuran, lima lainnya luka serius, dan sejumlah prajurit mengalami cedera ringan akibat pecahan peluru serta gegar otak.

“Operasi tempur besar terus berlanjut,” kata pernyataan tersebut, sambil menambahkan identitas korban akan dirilis setelah keluarga diberi tahu.

AS Klaim Tenggelamkan Kapal Perang Iran

Militer AS juga mengklaim telah menenggelamkan korvet kelas Jamaran milik Iran di Teluk Oman, dekat pelabuhan Chah Bahar.

“Kapal tersebut saat ini sedang tenggelam ke dasar Teluk Oman,” kata pernyataan militer, seraya menyerukan anggota IRGC dan polisi Iran untuk “meletakkan senjata”.

Korvet kelas Jamaran merupakan bagian penting dari armada Angkatan Laut Iran.

Hampir 700 Rudal dan Drone Ditembak Jatuh di UEA

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan telah menembak jatuh hampir 700 proyektil sejak Iran memulai serangan balasan.

Rinciannya, sebanyak 152 rudal balistik, 2 rudal jelajah, dan 506 drone.

Tiga orang dilaporkan tewas di UEA, masing-masing berasal dari Pakistan, Nepal, dan Bangladesh. Puing-puing rudal menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada sejumlah properti sipil.

Setelah kematian Ali Khamenei, konstitusi Iran mewajibkan pemimpin tertinggi baru ditentukan “sesegera mungkin”.

Juru bicara Dewan Penjaga Konstitusi, Hadi Tahan Nazif, menyatakan proses akan dipercepat mengingat kondisi perang.

Untuk sementara, dewan kepemimpinan sementara mengambil alih tugas tersebut. Ayatollah Alireza Arafi dilaporkan telah diangkat sebagai anggota ketiga dewan transisi.

Presiden Masoud Pezeshkian juga tampil di televisi pemerintah menyampaikan belasungkawa serta menegaskan pemerintahan tetap berjalan.

Selat Hormuz dan Ancaman Ekonomi Global

Di tengah eskalasi, setidaknya 150 kapal tanker dilaporkan menunggu di luar Selat Hormuz, jalur vital yang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Para analis memperingatkan bahwa blokade selat tersebut bisa mendorong harga minyak menembus 100 dolar AS per barel. Dana Moneter Internasional sebelumnya memperkirakan setiap kenaikan 10% harga minyak dapat meningkatkan inflasi negara maju sekitar 0,4 poin persentase.

Namun, menutup Hormuz juga berisiko merugikan Iran sendiri, termasuk hubungannya dengan China sebagai pelanggan utama minyak.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk kematian Khamenei dan menyebutnya sebagai “pembunuhan” yang melanggar hukum internasional.

Dalam pesan kepada presiden Iran yang dipublikasikan Kremlin, Putin menyebut Khamenei sebagai “negarawan terkemuka” yang berperan penting dalam kemitraan strategis Rusia–Iran.

Fokus Israel dan Iran Berbeda

Analis militer menilai Israel kini memusatkan serangan ke jantung Teheran, dengan sekitar 60 serangan dilaporkan dalam 24 jam terakhir, terutama menyasar struktur komando dan kendali.

Sementara itu, Iran memprioritaskan serangan terhadap pangkalan AS di Timur Tengah.

Konflik ini kini meluas ke Oman, Bahrain, Qatar, Kuwait, UEA, dan Irak, dengan lebih dari 25 gelombang rudal dan drone dilaporkan telah diluncurkan.

Dengan tewasnya Ahmadinejad, jatuhnya korban militer AS, dan ancaman terhadap jalur energi global, Timur Tengah menghadapi krisis yang berpotensi mengubah peta geopolitik dunia.

Dunia kini menunggu: apakah diplomasi masih mungkin, atau perang regional telah benar-benar dimulai? (ren)