Takhta Teheran Memanas! Ini Deretan Calon Pengganti Ali Khamenei

Deretan calon kuat pengganti Ali Khamenei mulai mencuat setelah kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran. Simak mekanisme suksesi dan dampaknya bagi Timur Tengah.

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:30 WIB
Takhta Teheran Memanas! Ini Deretan Calon Pengganti Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Amerika dan Israel. (Dok AI for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Peta politik Iran memasuki fase krusial setelah Pemimpin Tertinggi Republik Islam, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat–Israel akhir pekan lalu.

Kabar tersebut memicu duka nasional sekaligus membuka babak baru soal siapa yang akan memimpin negara itu ke depan.

Sebagai otoritas tertinggi di Iran, Pemimpin Tertinggi memiliki kendali atas militer, lembaga yudikatif, hingga kebijakan luar negeri. Karena itu, proses suksesi bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan penentu arah masa depan politik dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Dalam sistem ketatanegaraan Iran, pengganti Pemimpin Tertinggi tidak dipilih melalui pemilu langsung. Penentuan dilakukan oleh Assembly of Experts (Majelis Ahli), lembaga beranggotakan 88 ulama senior yang memiliki kewenangan konstitusional memilih dan mengawasi pemimpin tertinggi.

Selama masa transisi, dibentuk Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari presiden, kepala yudikatif, dan perwakilan dari Guardian Council untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.

Nama-Nama Kandidat

1. Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei disebut sebagai kandidat paling disorot. Putra kedua Khamenei ini dikenal dekat dengan elite konservatif dan memiliki hubungan kuat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Namun, kemungkinan suksesi berbasis keluarga menuai pro-kontra di internal Iran.

2. Gholam-Hossein Mohseni Ejei

Gholam-Hossein Mohseni-Ejei saat ini menjabat sebagai kepala yudikatif Iran. Rekam jejak panjangnya di sektor hukum dan keamanan membuatnya dianggap sebagai figur berpengalaman dengan jaringan kekuasaan luas.

3. Hassan Khomeini

Hassan Khomeini, cucu pendiri Republik Islam, membawa legitimasi simbolik kuat. Ia sering dipandang sebagai representasi kelompok yang lebih moderat dalam spektrum politik Iran.

4. Alireza Arafi dan Ulama Senior Lainnya

Alireza Arafi termasuk dalam daftar tokoh ulama yang dinilai memenuhi syarat religius dan struktural untuk menduduki posisi tertinggi.

Para Analis global menilai, siapa pun yang terpilih akan memengaruhi kebijakan nuklir Iran, hubungan dengan Barat, serta dinamika keamanan regional. Dominasi IRGC dan tekanan geopolitik diprediksi akan menjadi faktor penting dalam proses pemilihan.

Suksesi ini bukan hanya soal pergantian figur, melainkan juga pertaruhan arah politik Iran di tengah ketegangan global yang masih membara. (wib)