Menkeu Purbaya Akui Sulit Merubah Mental Birokrasi

Menkue Purbaya Yudhi Sadewa akui sulit ubah mental birokrasi. Pemerintah siapkan langkah tegas bagi pegawai yang tidak patuh dan tidak bekerja optimal.

Rabu, 22 April 2026 - 17:05 WIB
Menkeu Purbaya Akui Sulit Merubah Mental Birokrasi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya membenahi birokrasi dan meningkatkan disiplin pegawai. Foto Kemenkeu for Hallonews

HALLONEWS.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui masih menghadapi tantangan besar dalam mengubah pola kerja birokrasi, terutama terkait kebiasaan kerja yang lamban dan tidak sinkron antara instruksi dan pelaksanaan di lapangan.

Sejak menjabat, Purbaya telah melakukan berbagai langkah reformasi internal, termasuk rotasi pejabat secara besar-besaran.

Namun, ia menilai masih ada pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang belum menunjukkan kinerja optimal, khususnya dalam upaya mencegah kebocoran penerimaan negara.

“Di birokrasi sering kali saat diberi arahan menjawab ‘siap’, tetapi tidak dikerjakan dalam waktu lama. Bahkan setelah diingatkan, masih tidak dijalankan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, perubahan perilaku dalam sistem birokrasi bukan hal mudah dan membutuhkan waktu serta konsistensi.

Hal ini terlihat dalam upaya pembenahan sistem pemungutan pajak dan pengawasan terhadap masuknya barang ilegal ke pasar domestik.

Meski demikian, Purbaya menyebut perbaikan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil, meskipun masih ditemukan kebocoran di sejumlah titik.

“Saya perbaiki sistem pemungutan pajak dan melindungi pasar dari barang ilegal. Ini sudah mulai berjalan, tetapi masih ada yang perlu dibenahi,” tegasnya.

Ia memastikan reformasi birokrasi akan terus dilakukan, termasuk memperkuat disiplin pegawai. Pemerintah, kata dia, tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap aparatur yang tidak patuh.

“Kalau tidak patuh, tentu akan ada tindakan tegas. Sebaliknya, pegawai yang bekerja dengan baik akan diberikan penghargaan dan insentif,” pungkasnya. (agn)