Paus Leo Serang para Tiran Dunia: Hamburkan Miliaran Dolar untuk Perang dan Kehancuran
Paus Leo melontarkan kritik tajam terhadap para pemimpin dunia yang dinilai menghamburkan miliaran dolar untuk perang, di tengah memanasnya perseteruan dengan Donald Trump.

HALLONEWS.ID – Paus Leo XIV melontarkan kritik keras terhadap para pemimpin dunia yang dinilai lebih memilih membiayai perang daripada membangun kesejahteraan umat manusia.
Dalam pernyataan tegas yang disampaikannya di Kamerun, Paus menyebut dunia saat ini berada dalam ancaman karena dikuasai oleh “segelintir tiran” yang mendorong konflik dan kehancuran.
Ia menyoroti ironi global, di mana miliaran dolar dihabiskan untuk pembiayaan perang dan persenjataan, sementara kebutuhan mendasar seperti pendidikan, pemulihan, dan layanan kemanusiaan justru terabaikan.
“Para ahli perang berpura-pura tidak tahu bahwa hanya butuh sesaat untuk menghancurkan, tetapi sering kali seumur hidup tidak cukup untuk membangun kembali,” tegas Paus dalam pernyataannya seperti dikutip dari Vatican News, Kamis (16/4/2026).
Lebih jauh, Paus Leo juga mengkritik para pemimpin yang menggunakan dalih agama untuk membenarkan peperangan. Ia menilai praktik tersebut berbahaya dan menyerukan perubahan arah global menuju perdamaian yang sejati.
Pernyataan ini muncul di tengah memanasnya hubungan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebelumnya, Trump melontarkan kritik terbuka terhadap Paus melalui media sosial, bahkan menyebutnya lemah dalam menghadapi isu global, termasuk konflik yang melibatkan Iran.
Meski tidak menyebut nama secara langsung, pernyataan Paus dinilai sebagai respons atas kritik tersebut sekaligus sindiran terhadap para pemimpin yang mengedepankan kekuatan militer.
Dukungan terhadap Paus datang dari Uskup Agung Canterbury yang menyatakan solidaritas atas seruan perdamaian tersebut. Ia menegaskan bahwa perang hanya membawa penderitaan besar bagi masyarakat sipil, mulai dari korban jiwa hingga kehancuran masa depan generasi.
“Ketika orang-orang tak berdosa terbunuh dan keluarga tercerai-berai, biaya kemanusiaan dari perang tidak dapat dihitung,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pemimpin memiliki tanggung jawab moral untuk mengedepankan solusi damai dalam menyelesaikan konflik global.
Ketegangan antara Paus Leo dan Donald Trump sendiri dipicu oleh perbedaan pandangan terkait konflik Iran. Paus secara konsisten menyerukan perdamaian dan dialog, sementara Trump kerap menggunakan retorika keras dalam membingkai konflik sebagai pertarungan moral.
Pernyataan terbaru Paus ini kembali menegaskan posisinya sebagai suara moral dunia yang menolak perang dan mendorong pergeseran prioritas global dari konflik menuju kemanusiaan. (ren)
