Dedie Rachim Hadiri Rakor Kamtibmas, Dorong Kolaborasi TNI dan Pemda Percepat Pembangunan

Wali Kota Bogor Dedie Rachim menghadiri rakor kamtibmas di Korem 061/Suryakancana dan mendorong penguatan kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah.

Kamis, 16 April 2026 - 23:53 WIB
Dedie Rachim Hadiri Rakor Kamtibmas, Dorong Kolaborasi TNI dan Pemda Percepat Pembangunan
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menghadiri rapat koordinasi kamtibmas di Korem 061/Suryakancana bersama jajaran Forkopimda. Foto: Humas Pemkot Bogor for Hallonews

HALLONEWS.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri rapat koordinasi (rakor) keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang digelar di Mako Korem 061/Suryakancana, Jalan Merdeka, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (16/4/2026).

Rakor tersebut dipimpin oleh Thomas Rajunio selaku Danrem 061/Suryakancana dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Bogor. Agenda utama pertemuan mencakup pembahasan isu kamtibmas, percepatan pembangunan, serta pelaksanaan program-program pemerintah pusat.

Brigjen TNI Thomas Rajunio mengungkapkan bahwa rakor ini menjadi momentum pertama dirinya mengundang Forkopimda dari dua wilayah untuk membahas berbagai isu strategis secara bersama.

Ia menyebut sejumlah program yang menjadi fokus pembahasan, antara lain Koperasi Daerah/Koperasi Merah Putih (KD/KMP), dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga program Sekolah Rakyat.

Selain itu, turut dibahas rencana pembangunan jembatan perintis Garuda serta upaya pencarian titik-titik sumber air sebagai langkah antisipasi perubahan iklim.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi dampak fenomena La Niña yang berpotensi menimbulkan kekeringan saat musim kemarau, setelah sebelumnya wilayah terdampak El Niño yang memicu banjir.

“Langkah ini merupakan arahan pimpinan TNI Angkatan Darat yang sejalan dengan instruksi Presiden,” ujarnya.

Terkait pembangunan infrastruktur, ia menilai wilayah Korem 061/Suryakancana termasuk daerah rawan bencana, terutama karena beberapa kejadian jembatan hanyut yang telah ditangani melalui kerja sama TNI dan pemerintah daerah.

Ia menambahkan, setiap Korem ditargetkan menjalankan lima program prioritas setiap bulan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan anggaran, serta dievaluasi secara berkala.

“Program TNI AD dan pemerintah daerah harus saling melengkapi, seperti jalinan jari jemari. Kami fokus menjangkau wilayah yang belum tersentuh,” jelasnya.

Sementara itu, Dedie Rachim menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk menindaklanjuti hasil rakor tersebut, khususnya dalam memperkuat komunikasi dan sinergi lintas sektor.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam memastikan efektivitas program-program yang dijalankan di lapangan.

Khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dedie menyebut manfaatnya sudah dirasakan luas, tidak hanya oleh penerima bantuan, tetapi juga berdampak pada pergerakan ekonomi lokal.

“Kami memastikan program MBG berjalan tepat sasaran, termasuk jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang sudah tersedia,” ujarnya.

Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mempercepat pembangunan di Bogor dan sekitarnya. (opy)