Paus Leo XIV dan Presiden Israel Bahas Perdamaian Timur Tengah, Serukan Pembukaan Dialog Diplomatik

Paus Leo XIV dan Presiden Israel Isaac Herzog melakukan pembicaraan telepon pada perayaan Paskah dan menekankan pentingnya membuka kembali jalur dialog diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Jumat, 3 April 2026 - 23:30 WIB
Paus Leo XIV dan Presiden Israel Bahas Perdamaian Timur Tengah, Serukan Pembukaan Dialog Diplomatik
Paus Leo XIV menerima audiensi Presiden Israel Isaac Herzog di Vatikan. Foto: Vatican Media for Hallonews

HALLONEWS.ID – Paus Leo XIV dan Presiden Israel Isaac Herzog membahas perlunya membuka kembali semua saluran dialog diplomatik untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan tersebut.

Pembicaraan tersebut berlangsung melalui sambungan telepon pada Jumat (3/4/2026) pagi, dalam rangka perayaan Paskah, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kantor Pers Takhta Suci.

Dalam pernyataan resminya, Kantor Pers Takhta Suci menyatakan bahwa kedua pemimpin membahas situasi konflik yang masih berlangsung dan menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi penyelesaian konflik.

“Selama percakapan, kebutuhan untuk membuka kembali semua saluran dialog diplomatik yang memungkinkan ditegaskan kembali, untuk mengakhiri konflik serius yang sedang berlangsung, dengan tujuan mencapai perdamaian yang adil dan abadi di seluruh Timur Tengah,” demikian pernyataan resmi Takhta Suci seperti dikutip dari Vatican News.

Selain membahas dialog diplomatik, pembicaraan antara Paus Leo XIV dan Presiden Isaac Herzog juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap warga sipil yang terdampak konflik.

Kantor Pers Takhta Suci menyatakan bahwa dalam percakapan tersebut juga dibahas pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan hukum kemanusiaan di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

“Perhatian difokuskan pada pentingnya melindungi penduduk sipil dan mempromosikan penghormatan terhadap hukum internasional dan hukum kemanusiaan,” demikian pernyataan tersebut.

Percakapan antara pemimpin Gereja Katolik dan Presiden Israel tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara dan berdampak pada stabilitas kawasan serta keamanan global.

Seruan untuk membuka kembali dialog diplomatik menunjukkan meningkatnya dorongan internasional untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi dan negosiasi damai, bukan melalui eskalasi militer yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah. (ren)