Paus Leo XIV: Letakkan Senjata, Dunia Tidak Boleh Terbiasa dengan Perang
Dalam pesan Paskah Urbi et Orbi, Paus Leo XIV menyerukan para pemimpin dunia untuk meletakkan senjata dan memperingatkan bahwa dunia tidak boleh terbiasa dengan kekerasan dan perang.

HALLONEWS.ID – Paus Leo XIV menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk meletakkan senjata dan menghentikan perang dalam pesan Paskah tradisional Urbi et Orbi yang disampaikan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (5/4/2026).
Dalam pesannya kepada dunia, Paus menegaskan bahwa dunia tidak boleh terbiasa dengan kekerasan, perang, dan penderitaan manusia yang terus terjadi di berbagai wilayah konflik.
“Hendaklah mereka yang mempunyai senjata meletakkannya,” seru Paus dalam pesan Paskah tersebut seperti dilansir Vatican News.
Paus Leo XIV juga mendesak para pemimpin dunia yang memiliki kekuasaan untuk memulai perang agar memilih dialog dan perdamaian, bukan dominasi dan kekuatan militer.
Menurut Paus, perdamaian sejati tidak dapat dibangun melalui kekerasan atau paksaan, melainkan melalui dialog, pertemuan, dan saling pengertian antarbangsa.
Ia memperingatkan bahwa dunia saat ini semakin terbiasa dengan kekerasan dan penderitaan akibat perang, bahkan mulai kehilangan kepekaan terhadap kematian, kebencian, dan perpecahan yang ditimbulkan konflik.
Paus juga mengingatkan tentang apa yang disebut sebagai “globalisasi ketidakpedulian”, sebuah istilah yang sebelumnya sering disampaikan oleh Paus Fransiskus untuk menggambarkan kondisi dunia yang semakin tidak peduli terhadap penderitaan orang lain.
“Kita tidak bisa terus bersikap acuh tak acuh. Kita tidak bisa pasrah pada kejahatan,” tegas Paus.
Sebagai bagian dari seruan perdamaian dunia, Paus Leo XIV juga mengumumkan bahwa ia akan memimpin doa bersama untuk perdamaian dunia pada Sabtu, 11 April 2026, di Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Dalam refleksi Paskahnya, Paus menekankan bahwa kemenangan Kristus atas kematian bukan dicapai melalui kekerasan, melainkan melalui kasih, pengampunan, dan penebusan.
Menurutnya, kasih dan pengampunan merupakan kekuatan sejati yang mampu membangun perdamaian dan memperbaiki hubungan antar manusia maupun antar bangsa.
Di akhir pesannya, Paus Leo XIV menegaskan bahwa perdamaian Paskah bukan hanya berarti tidak adanya perang atau keheningan senjata, tetapi juga kedamaian batin yang mampu mengubah hati manusia.
Ia mengajak seluruh umat manusia untuk membuka hati terhadap damai Kristus serta mendoakan semua orang yang menderita akibat perang, konflik, dan kekerasan di berbagai belahan dunia. (ren)
