Penggunaan Pay Later Melonjak, OJK Soroti Tren di Segmen Produktif

Penggunaan pay later di Indonesia melonjak hingga Rp12,59 triliun per Februari 2026. OJK menyoroti pertumbuhan pesat di segmen usia produktif seiring pesatnya ekosistem digital.

Jumat, 10 April 2026 - 12:30 WIB
Penggunaan Pay Later Melonjak, OJK Soroti Tren di Segmen Produktif

HALLONEWS.ID – Minat masyarakat Indonesia terhadap layanan Buy Now Pay Later (BNPL) terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Hingga Februari 2026, nilai pembiayaan dari skema ini yang disalurkan perusahaan pembiayaan tercatat mencapai Rp12,59 triliun, atau tumbuh 53,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan ini mencerminkan semakin luasnya adopsi layanan pay later di tengah masyarakat, terutama seiring kemudahan akses yang ditawarkan melalui berbagai platform digital.

Didorong Ekosistem Digital dan Kebutuhan Fleksibel

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menyampaikan bahwa tren pertumbuhan BNPL diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang 2026. Menurutnya, perkembangan ekosistem digital menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penetrasi layanan ini.

Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang lebih fleksibel juga ikut mendorong pertumbuhan. Segmen usia produktif hingga kelompok yang belum terlayani oleh lembaga keuangan formal menjadi kontributor penting dalam ekspansi BNPL.

Agusman menjelaskan bahwa kombinasi antara kemudahan teknologi dan kebutuhan pembiayaan yang praktis membuat layanan ini semakin diminati oleh masyarakat luas.

Prospek Tetap Positif di 2026

OJK melihat prospek pembiayaan BNPL tetap berada dalam jalur positif ke depan. Dengan basis pengguna yang terus berkembang dan dukungan dari inovasi digital, layanan ini dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Meski demikian, penguatan pengawasan tetap menjadi perhatian agar pertumbuhan yang terjadi dapat berjalan sehat dan berkelanjutan.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)

 

Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk keuangan tertentu. Segala keputusan investasi atau penggunaan layanan keuangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Pastikan untuk melakukan riset dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.