Proyek Tol Serpong–Bogor via Parung Belum Jelas, Pembebasan Lahan Jadi Kendala

Proyek Tol Serpong–Bogor via Parung masih terkendala pembebasan lahan dan dugaan mafia tanah. Pemerintah targetkan percepatan untuk dorong konektivitas dan ekonomi.

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:45 WIB
Proyek Tol Serpong–Bogor via Parung Belum Jelas, Pembebasan Lahan Jadi Kendala
Rute tol Serpong -bogor via Parung berdasarkan perencanaan. (IG@pupr_bpjt for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Proyek pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung hingga kini masih belum memiliki kepastian waktu pelaksanaan, meski telah digaungkan sejak beberapa tahun terakhir.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama dalam proyek ini adalah proses pembebasan lahan, termasuk adanya indikasi praktik mafia tanah.

Dody menyebut, proyek yang telah berjalan sekitar satu dekade tersebut menghadapi berbagai hambatan di lapangan.

“Sudah berproses sekitar 10 tahun. Ya, pasti ada (mafia tanah) lah. Tapi dengan asas kekeluargaan, kita bisa selesaikan itu pelan-pelan,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia menambahkan, lambatnya pembebasan lahan menjadi faktor utama yang menghambat progres pembangunan.

Jalan tol sepanjang 32,03 kilometer ini dirancang untuk menghubungkan wilayah Bogor dengan Tangerang, sekaligus menjadi bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) III.

Dengan nilai investasi mencapai Rp12,351 triliun, proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa melibatkan dana APBN.

“Seluruh biaya pembangunannya ditanggung oleh badan usaha tanpa membebani APBN,” kata Dody.

Tol Serpong–Bogor via Parung diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan dari Bogor ke Tangerang yang sebelumnya memakan waktu beberapa jam menjadi sekitar 45 menit.

Selain itu, jalan tol ini akan terhubung dengan sejumlah ruas strategis, di antaranya, Tol Serpong–Balaraja (Sebaraja), Tol Depok–Antasari (Desari) dan Bogor Outer Ring Road (BORR).

Proyek ini akan digarap oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS), yang merupakan konsorsium dari beberapa perusahaan, yakni, PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur dan
PT Persada Utama Infra dengan masa konsesi proyek ini ditetapkan selama 40 tahun.

Ia menjelaskan, pembangunan tol akan dibagi menjadi empat seksi, yaitu:
Seksi I: Salabenda–Pondok Udik (3,97 km)
Seksi II: Pondok Udik–Putat Nutug (9,27 km).
Seksi III: Putat Nutug–Rumpin (8,23 km).
Seksi IV: Rumpin–Serpong (10,56 km).

Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan dua junction dan tiga simpang susun (interchange).

Pemerintah menilai kehadiran tol ini akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian, mulai dari memperlancar distribusi barang dan jasa hingga menekan biaya logistik.

“Tol ini akan mempercepat distribusi pangan, memudahkan akses air bersih, hingga meningkatkan efisiensi investasi,” ujar Dody.

Ke depan, proyek Tol Serpong–Bogor via Parung diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Barat dan Banten. (opy)