Status TPA Jatiwaringin Tangerang Tanggap Darurat, Bupati Maesyal: Api Terus Menjalar

Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi menetapkan status tanggap darurat kebakaran TPA Jatiwaringin setelah api belum berhasil dipadamkan selama lebih dari 24 jam. Keputusan tersebut diambil untuk mempercepat penanganan.

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:20 WIB
Status TPA Jatiwaringin Tangerang Tanggap Darurat, Bupati Maesyal: Api Terus Menjalar
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid meninjau warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Pemkab Tangerang for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi menetapkan status tanggap darurat kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, setelah api belum berhasil dipadamkan selama lebih dari 24 jam.

Keputusan tersebut diambil untuk mempercepat penanganan sekaligus mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, penetapan status tanggap darurat dilakukan karena kebakaran masih berlangsung dan membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

“Sudah kita tetapkan menjadi tanggap darurat,” kata Taufik kepada awal media, Rabu (1/7/2026).

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil rapat evaluasi bersama BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta instansi terkait.

“Karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, menyangkut juga risiko api yang terus menjalar, maka kita tetapkan kondisi ini masuk kategori darurat,” ujar Maesyal.

Sebelumnya, Maesyal mengatakan, kebakaran di TPA Jatiwaringin bermula dari munculnya titik api kecil yang diduga dipicu cuaca kemarau dan gas metana dari timbunan sampah.

Namun, embusan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar ke sejumlah area di TPA seluas sekitar 33 hektare.

“Kami menerima laporan dari Kepala DLHK terkait adanya titik api di TPA Jatiwaringin. Awalnya api masih kecil, namun karena angin bertiup cukup kencang, api kemudian menyebar ke area lain yang memiliki timbunan sampah,” ujar Maesyal.

Menurutnya, petugas dari DLHK dan BPBD, telah melakukan upaya pemadaman sejak awal kejadian. Namun, sejumlah titik api sulit dijangkau karena akses jalan yang terbatas.

Karena itu, pemerintah daerah mengerahkan alat berat untuk membuka akses menuju titik-titik api agar mobil pemadam dapat mendekat dan proses penyiraman berlangsung lebih efektif.

“Kami sekarang sedang berupaya membuka akses menuju titik-titik api dengan membongkar timbunan sampah menggunakan alat berat,” katanya. (iin)