Survei Puspoll: 64,8 Persen Publik Puas terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo
Sebanyak 64,8 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Kondisi ekonomi menjadi faktor penting menjaga kepercayaan publik.

HALLONEWS.ID – Hasil Survei Nasional Puspoll Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat masih puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Tingkat kepuasan publik tercatat mencapai 64,8 persen berdasarkan survei yang dilakukan pada 18–26 Mei 2026.
Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Chamad Hojin mengatakan capaian tersebut menunjukkan dukungan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan masih berada pada level mayoritas.
“Kepuasan terhadap Presiden masih berada pada tingkat mayoritas,” ujar Chamad saat memaparkan hasil survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, temuan tersebut mencerminkan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo masih relatif kuat.
Meski demikian, hasil survei juga perlu menjadi bahan evaluasi agar pemerintah terus meningkatkan kinerja Kabinet Merah Putih.
Hojin menilai persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi tidak hanya dipengaruhi indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, investasi, atau inflasi.
Penilaian publik, kata dia, lebih banyak ditentukan oleh pengalaman sehari-hari, seperti harga kebutuhan pokok dan kondisi pendapatan keluarga.
“Dalam studi perilaku pemilih, masyarakat cenderung memberikan penghargaan berdasarkan kondisi ekonomi yang mereka alami secara langsung. Karena itu, pengendalian harga kebutuhan pokok menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Departemen Sosial dan Politik CSIS, Arya Fernandes, menilai hasil survei tersebut menunjukkan publik masih optimistis terhadap arah pemerintahan Presiden Prabowo.
Namun, ia mengingatkan adanya kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi, dengan lebih dari 80 persen responden mengaku pesimistis terhadap situasi ekonomi.
Di sisi lain, Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menilai tingkat kepuasan masyarakat yang tergambar dalam survei tersebut menunjukkan publik memahami tantangan yang sedang dihadapi pemerintah.
Menurut Bahtra, hasil survei juga dipengaruhi situasi global pada Mei 2026, termasuk tingginya harga minyak dunia dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
“Namun, kami bersyukur mayoritas masyarakat masih puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo. Apalagi jika kondisi global lebih stabil, tingkat kepuasan masyarakat tentu berpotensi lebih tinggi,” ujarnya.
Bahtra menambahkan pemerintah saat ini juga menghadapi sejumlah tantangan domestik, seperti pembenahan sektor hilirisasi serta penanganan kebocoran ekspor dan impor. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut terus dibenahi.
Ia juga mencontohkan pengembalian pengelolaan Hotel Sultan kepada negara setelah bertahun-tahun sebagai salah satu langkah konkret yang dinilai berhasil dilakukan pada era pemerintahan Presiden Prabowo.
Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Hariqo Wibawa Satria, mengatakan pemerintah tidak mempermasalahkan penyampaian aspirasi mahasiswa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Hariqo, upaya pemberantasan korupsi dan berbagai bentuk kecurangan merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
Ia menegaskan gerakan mahasiswa bukan ditujukan untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan menyampaikan aspirasi demi kepentingan nasional.
“Musuh pemerintah dan mahasiswa sama, yakni mereka yang melakukan korupsi, kecurangan ekspor, dan berbagai praktik yang merugikan negara. Karena itu, kami berterima kasih kepada gerakan mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi demi perbaikan bangsa dan negara,” katanya. (min)
