Ketua IPW: Tribrata Kunci Pemulihan Kepercayaan Publik terhadap Polri

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mendorong Polri kembali berpegang pada nilai-nilai Tribrata agar semakin profesional, independen, dan mampu memperkuat kepercayaan publik.

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:15 WIB
OFF
Ketua IPW: Tribrata Kunci Pemulihan Kepercayaan Publik terhadap Polri
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mendorong Polri kembali menjadikan Tribrata sebagai pedoman utama untuk memperkuat profesionalisme, independensi, dan kepercayaan publik. Foto: Hallonews/Prana.

HALLONEWS.ID – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai reformasi kepolisian perlu diarahkan kembali pada nilai-nilai dasar Tribrata agar institusi Polri semakin profesional, independen, serta memperoleh kembali kepercayaan masyarakat.

Sugeng mengaku kecewa karena agenda reformasi kepolisian dinilai belum berjalan secara utuh.

Menurutnya, berbagai rekomendasi yang pernah disusun dalam upaya pembenahan Polri, termasuk hasil kerja Komisi Percepatan Reformasi Polri, belum sepenuhnya diimplementasikan.

Ia menyinggung keterlibatan sejumlah tokoh, seperti Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie, dalam penyusunan rekomendasi reformasi tersebut. Namun, menurutnya, hanya sebagian kecil rekomendasi yang kemudian diakomodasi.

Karena itu, Sugeng mengajak seluruh anggota Polri untuk kembali menjadikan Tribrata sebagai pedoman utama dalam menjalankan tugas.

“Prinsip pertama yang harus dipegang adalah bahwa Polri merupakan abdi utama negara, bukan sekadar abdi pemerintah. Dengan demikian, setiap tindakan aparat harus berpijak pada konstitusi dan kepentingan negara, bukan kepentingan rezim yang sedang berkuasa,” ujarnya dalam program Podcast CANGSERSAN Hallonews di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Sugeng juga menekankan pentingnya anggota Polri menjadi teladan di tengah masyarakat.

Menurutnya, integritas, keteladanan, dan profesionalisme merupakan fondasi untuk membangun rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil, objektif, dan berdasarkan aturan hukum yang berlaku.

Semangat tersebut, kata Sugeng, telah terkandung dalam nilai-nilai Tribrata yang menjunjung penghormatan terhadap hak asasi manusia, profesionalisme, serta tata kelola organisasi yang baik.

Sugeng berharap Polri terus memperkuat perannya sebagai penjaga demokrasi di tengah dinamika politik nasional.

Menurutnya, institusi kepolisian yang kuat dan dipercaya masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kehidupan demokrasi sekaligus memberikan perlindungan yang adil bagi seluruh warga negara. (agn)