Tawa Lepas Anak-anak Intan Jaya di Tengah Kebun Sugapa

Polisi dan anak-anak Papua tertawa bersama di kebun Sugapa, Intan Jaya. Pendekatan humanis Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bangun kepercayaan warga.

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:00 WIB
Tawa Lepas Anak-anak Intan Jaya di Tengah Kebun Sugapa
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 duduk bersama warga, dan berbagi cerita dengan anak-anak Papua. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Siang itu, kebun sederhana di Distrik Sugapa berubah menjadi ruang tawa. Bukan karena pesta, melainkan karena kehadiran personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang memilih berhenti sejenak, duduk bersama warga, dan berbagi cerita dengan anak-anak Papua.

Di sela patroli pengamanan wilayah Intan Jaya, Selasa (3/3/2026), aparat tidak langsung melanjutkan perjalanan. Mereka menyapa mama-mama yang sedang berkebun, mengajak anak-anak berbincang, lalu membagikan makanan ringan. Sederhana, tetapi bermakna.

Anak-anak yang awalnya hanya mengamati dari kejauhan perlahan mendekat. Senyum malu-malu berubah menjadi tawa lepas ketika polisi melontarkan candaan ringan. Di bawah terik matahari Sugapa, suasana terasa hangat, akrab, dan tanpa sekat.

Kegiatan humanis ini dipimpin langsung oleh Dansektor Belukar AKP Syahril Arditya. Selain menjalin interaksi sosial, personel juga memastikan jalur dan lingkungan sekitar kebun aman untuk aktivitas warga.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan kemanusiaan menjadi roh utama pelaksanaan tugas di Papua.

“Kami ingin masyarakat merasa bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang bisa diajak bicara dan tertawa bersama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga. Menurutnya, keamanan yang kuat selalu berawal dari kepercayaan.

“Ketika komunikasi terbangun dengan baik dan kehadiran anggota membawa rasa nyaman, maka kerja sama menjaga lingkungan akan tumbuh secara alami,” katanya.

Momen kebersamaan di kebun Sugapa itu mungkin berlangsung singkat. Namun bagi warga, terutama anak-anak, kehadiran polisi yang ramah meninggalkan kesan mendalam: bahwa rasa aman bisa tumbuh dari senyum, dialog, dan kebersamaan. (min)